Saturday, 26 March 2016

Kisah Ayah Mendongeng


Kisah Ayah Mendongeng.

Di malam hari, si ayah selalu membacakan cerita untuk putri cantiknya. 

Setelah membacakan cerita, sang ayah bertanya kepada putrinya, "Nak, apa kamu sayang Ayah?"

Si Anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah."

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?"

Lalu si anak menjawab, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini."

Lalu ayah berkata, "Ya sudah tidak apa. Ayah hanya bertanya." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anakpun menjawab dengan kata yang sama.

Si putri cantik itu berpikir  sambil memegangi kalung imitasi kesayangannya itu.

"Kenapa tiba-tiba ayah mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayang. Kalung pemberian ayah juga."

Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama.

"Ayah tahu aku sayang sama ayah dan kalung ini. Tapi kalau ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke ayah."

Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukkan tangan kanan ke saku kanannya dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher putri cantiknya.

"Nak, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku ayah sejak pertama ayah minta kalungmu. Tapi ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan ayah gantikan dengan yang lebih bagus."

"Ayah baik."

"Nak, seringkali kita merasa Allah tidak adil, Dia sering memberi, namun Dia juga sering meminta kembali. KIta selalu sakit dan kecewa bahkan dibuat sampai berlarut dalam sedih sekian lama."

Si anak langsung memeluk erat ayahnya. Pelajaran mahal yang didapatnya, dongeng indah berbentuk kalung.

http://filesmoslem.blogspot.co.id/2016/03/kisah-ayah-mendongeng.html


"Seorang ayah tak akan memaksakan kehendaknya
kepada sang anak, ia selalu menunggu setia,
kapan sang anak ikhlas memenuhi pintanya."




Dikutip dari : Ayah Pemilik Cinta yang Terlupakan - Edelweis Almira
loading...


EmoticonEmoticon