Sunday, 14 August 2016

1.580 Dosen Tidak Lulus Sertifikasi 2016

1.580 Dosen Tidak Lulus Sertifikasi 2016


Tahun 2016 Ada 1.580 Dosen tidak Lulus Sertifikasi - Kita ketahui jumlah ini bukanlah jumlah yang sedikit karena ini merupakan 20% dari jumlah dosen yang seharusnya bisa melakukan sertifikasi, namun apalah daya bila standar kelulusannya tidak bisa tercapai dan itu karena hanya pelanggaran peraturan yang ada.

Kegiatan sertifikasi yang melarang diadakannya copy-paste ternyata tidak diindahkan oleh lebih dari 1.000 dosen pada gelombang pertama sertifikasi dosen ini. banyak dari mereka menganggap remeh untuk mendapatkan sertifikasi ini. Padahal biaya yang cukup besar harus dikeluarkan dan sekarang dibuang dengan cuma-cuma.

Mungkin hanya karena para dosen kurang percaya diri dengan kemampuannya hingga melakukan copy-paste. Kebanyakan dari mereka berfikir bahwa mereka bisa belajar dari lulusan sertifikasi dosen tahunlalu dan kumida itu bisa diikuti tanpa disaring kemabali apa yang dibutuhkan dalam sertifikasi dosen tahun ini. Istilah mereka melakukan copy-paste lah, padahal yang benar adalah meniru gaya belajar dan usahanya, bukan hasilnya saja.

Undang-undang sertifikasi dosen direncanakan selesai pada tahun 2015 akhir tahun, namun smapai sekaran gmasih saja belum selesai. Kendala terbesar dari sertifikasi ini adalah KETIDAKLULUSAN disebabkan karena niali deskripsi diri, kemudian pada nilai gabungan seperti Bahasa Inggris dan Nilai Kompetensi. Usia peserta sertifikasi dosen masih ada yang dia tas 60 tahun. Usia lainnya 31,32 dan 33 tahun.

Para Dosen yang sekarang masih belum mendapatkan sertifikasi diharapkan bisa segera melunasi kewajibannya agar bisa mendapatkan haknya. Hal inilah yang menjadi PR bagi Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Negera untuk segera menyelesaikannya. Dirjen Ali Gufron sang Dirjen sangat menyayangkan hal ini.

Tujuan awal diadakannya kegiatan ini adalah untuk bisa meningkatkan kualitas para Dosen di Indonesia, kemudian setelah itu mereka membawa dampak baik bagi pendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi, lalu juga bisa berguna bagi kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia. Namun hal yang diluar dugaan ini menjadi momok yang sekarang harus bisa diberantas terlebih dahulu, baru setelah itu kita bisa berangan-angan tinggi Indonesa akan maju.
loading...


EmoticonEmoticon