Thursday, 4 August 2016

FILOSOFI ANGKA JAWA, Unik dan Benar Adanya

http://filesmoslem.blogspot.com/2016/08/filosofi-angka-jawa-unik-dan-benar.html


Filosofi angka dalam Jawa - Kita ketahui bahwa penamaan bilangan dalam bahasa Jawa tergolong sedikit unik. Dalam bahasa Indonesia :

21 Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua,... s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro dst, melainkan Selikur, Rolikur... . sampai dengan Songo Likur.

Disini terdapat satuan LIKUR yang  merupakan kendekan dari (LIngguh KURsi), artinya duduk di kursi. Pada usia 21-29 itulah umumnya manusia mendapat "TEMPAT DUDUKNYA", pekerjaannya, profesi yang ditekuni dalam kehidupannya.

Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai Limang Likur, melainkan SELAWE.

SELAWE = SEneng-senenge LAnang lan WEdok.

Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan yang ditandai dengan pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (Dadi Manten).

Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50. Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telungpuluh, Patang Puluh, mestinya Limang Puluh. Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.

SEKET = SEneng KEThonan - Suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah.

Tanda usia semakin lanjut, tutup kepala bisa untuk menutup botak atau rambut yang memutih karena semirnya habis...! Disisi lain bisa juga kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sudah lebih taat beribadah! Pada usia 50 tahun mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yang kekal dan abadi.

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola. Bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.

SEWIDAK = SEjatine WIs wayahe tinDAK

Artinya, sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang, harus sudah siap dipanggil menghadap Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Mari kita tata kehidupan kita sejak dini. Ya sejak sekarang.
loading...


EmoticonEmoticon