Thursday, 9 March 2017

Guru Di Negara Maju Lebih Khawatir Jika Muridnya Tidak Bisa Antri

Guru Di Negara Maju Lebih Khawatir Jika Muridnya Tidak Bisa Antri


Mardiyas.com - Mengantri adalah salah satu kebiasaan yang kadang sulit untuk dilakukan. Hal sepele yang membutuhkan kesabaran ini, harus mulai diajarkan sejak dini pada anak didik. Kita bisa karena terbiasa. Guru di negara maju lebih khawatir jika siswanya tidak bisa mengantri daripada tidak bisa matematika - Seorang guru di Australia pernah berkata, "Kami tidak terlalu khawatir anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai matematika."Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri."

Saya tanya "Kenapa begitu?"

Jawabnya:
  1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran dibalik proses mengantri.
  2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KURANG, KALI dan BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dan sebagainya.
  3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran ETIKA MORAL dan Ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.
"Apakah Pelajaran Penting Di Balik Budaya MENGANTRI?"

"Oh banyak sekali..."
  1.  Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan maka datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.
  4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengatri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi, menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain.
  10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silahkan anda temukan sendiri!!!
FAKTANYA di Indonesia... .

Banyak justru orang tua mengajari anaknya dalam masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut:
  1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk "menyusup" ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata "Sudah cuek aja, pura-pura gak tau aja!"
  2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata "Dasar Penakut," karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
  3. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.
  4. Ada orang tua yang mamakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.
  5. dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda temui dan alami.
Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara kita untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.

Ingat!!! Budaya Suap dan Korupsi Juga Dimulai Dari Kita Tidak Mau Belajar Mengantri

loading...


EmoticonEmoticon