Monday, 22 August 2016

Inilah Hal-hal Yang Buat Dosen Tidak Lolos Seleksi Beasiswa

Inilah Hal-hal Yang Buat Dosen Tidak Lolos Seleksi Beasiswa

Hal-hal yang menyebabkan dosesn tidak lolos seleksi Beasiswa - Pada era globalisasi saat ini di Indonesia tidak sedikit digelontorkan program-program beasiswa pendidikan. Mulai dari tinggkat SMA, S1, S2 bahkan S3. Beasiswa pun tidak hanya tersedia bagi para pelajar mahasiswa saja. Namun, Guru dan Dosen juga diberikan kesempatan yang sama, yaitu dapat mengikuti seleksi beasiswa pendidikan untuk para Guru dan Dosen Indonesia. Beasiswa ini pun bermacam-macam, mulai dari beasiswa dalam negeri sampai pada beasiswa luar negeri.

Kami himpun berbagai informasi guna membantu para dosen agar dapat lolos mendapatakan beasiswa yang diinginkan, simak informasi berikut ini.

Inilah hal-hal yang buat Dosen tidak lolos beasiswa - Beasiswa bagi Dosen telah disediakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang juga bersinergi dengan Lembaga Pengelola Danda Pendidikan (LPDP) untuk meningkatkan mutu dan kompetensi Dosen melalui Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI). Kuota penerima beasiswa khusus Dosen pada angkata pertama ini sekitar 300 penerima untuk beasiswa ke luar negeri.

Namun, dari sejumlah 300 penerima hanya sekitar 168 peserta beasiswa yang dapat lolos dan berangkat studi ke luar negeri. Banyak hal yang menjadikan para dosen tersebut tidak lolos seleksi. Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Sumber Daya IPTEK (SDID) Kemristekdikti Ali Gufron Mukti. Menurut beliau, ada beberapa hal yang menyebabakan para dosen tidak lolos seleksi Beasiswa ini.

Dilansir dari okezone.com - "Mereka gagal karena belum memenuhi kualifikasi, Misalnya waktu tes belum lulus Bahasa Inggris, belum dapat LoA," kata Gufron dalam lokakarya Pra Keberangkatan Penerima BUBI-LN.

Dia juga menambahkan lagi bahwa dalam proses seleksi terdapat reviewer yang akan mengetest dan mewawancarai para pelamar beasiswa. Pada tahapan ini banyak peserta beasiswa yang tidak lolos karena beberapa hal seperti adaptasi proposal yang kurang mantap hingga di bawah standar. 

"Untuk beasiswa BUDI kami melakukan tes di berbagai daerah seperti Malang, Makassar, Yogyakarta dan sebagainya. Hasilnya rata-rata hanya 50 sampai 60% yang lulus. Sisanya sekitar 40% tidak lulus". katanya.

Pendaftar Beasiswa BUDI-LN di tahun pertama sekitar 1.808 orang. Kemenristekdikti pun juga membuka pendaftaran untuk gelombang kedua BUDI-LN pada akhir Juli lalu. Untuk saat ini pendaftra gelombang kedua sedang menjalani proses seleksi.

"Tearkhir yang daftar gelombang kedua ada 1.526 pelamar, Nah yang kemarin tidak lolos boleh daftar lagi karena siapa tahu gelombang pertama belum dapat LoA" ujarnya.

Penerima Beasiswa BUDI-LB gelombang kedua akan mulai studi di kampus yang telah ditentukannya menunggu jadwal dari masing-masing kampus. Adapun beberapa negara tujuannya meliputi Inggris, Australia, Jepang, Taiwan, Prancis, Belanda, Korea, Thailand, dan Selandia Baru.

"Paling banyak ke Jepang. Mungkin karena sama-sama Asia, Jepang sendiri juga aktif berdiskusi dengan kami" kata Ghufron.

Nah, dari beberapa hal yang menyebabkan Dosen tidak lolos beasiswa tersebut dapat dijadikan sebagai ilmu dan sebuah masukan bahwa para pendaftar beasiswa memang harus benar-benar mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan pada saat mendaftar, maupun mengikuti proses seleksi beasiswa supaya hasilya bisa maksimal dan akhirnya dapat diterima pada program beasiswa.


Semoga informasi diatas bermanfaat, dan terimakasih atas kunjungannya
loading...


EmoticonEmoticon