Wednesday, 10 August 2016

PB PGRI dan Respon Positif Bapak Mendikbud Muhadjir Effendi

PB PGRI dan Respon Positif Bapak Mendikbud Muhadjir Effendi


Substansi Audiensi PB PGRI dan Respon Positif dari Bapak Mendikbud Prof. DR. Muhadjir Effendi - Yth. Bapak/Ibu, Mohon maaf karena berbagai beban pekerjaan yang sangat tinggi maka baru sempat menuliskan "Substansi Audiensi" PB PGRI dan respon positif dari Bapak Prof. DR. Muhadjir Effendi.

Pak Muhadjir kami memanggil akrab beliau, bagi PGRI bukan sosok baru. Beliau adalah tokoh pendidikan berhati lembut, bertahun-tahun mendedikasikan hidupnya dalam dunia pendidikan dan juga lulusan IKIP Malang. Mimpi agar orang asli pendidikan akhirnya terwujud. PB PGRI, Dewan Pakar/Penasihat PB PGRI pun menyambut hangat penunjukan beliau sebagai Mendikbud oleh Bapak Presiden.

Di mata kami, beliau insyaAllah jauh lebih memahami tentang berbagai persoalan pendidikan dan memahami bagaimana simpul pendidikan ini diurai yakni dimulai dari guru. Guru yang bermutu, berdedikasi, yang tenang bekerja, dan mencintai pekerjaannya.

PB PGRI bersama beberapa anggota Dewan Pakan dan Dewan Penasihat telah beraudiensi dengan Pak Menteri pada hari Jumat 4 Agustus 2016. Kami mendukung prioritas program utama Pak Menteri terhadap 3 isu besar yaitu :
  1. Optimalisasi KIP karena itu terkait dengan akses dan hak anak-anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
  2. Peningkatan kualitas guru.
  3. Penguatan SMK.

PB PGRI menyampaikan kajian tentang persoalan pendidikan pada tingkat makro terkait perlunya:
  1. Pembenahan kurikulum.
  2. Penguatan fungsi UN setelah tidak lagi menjadi penentu kelulusan.
  3. Penataan regulasi pendidikan yang tumpang tindih.
  4. Penolakan revisi PP No. 74 jika revisi tersebut jika hanya dimaksudkan untuk semakin mempersulit guru.
  5. Penguatan SMK.
  6. Usulan alternatif-alternatif jalan keluar tentang permasalahan guru honorer, dan yang paling utama tentu saja mengenai,
  7. Carut marut tata kelola guru dimana guru ditempatkan sebagai objek birokrasi dengan berbagai aturan dan juknis-juknis yang berujung pada sangsi-sangsi yang jauh dari upaya peningkatan mutu dan membuat guru tidak fokus dalam bekerja. 

Kami benar-benar memohon agar aturan 24 jam ditinjau ulang, paling tidak guru diperlakukan setara dengan dosen karena UU nya sama. Dosen mengajar 9 SKS. Juga aturan yang rumit dalam TPP, karir, kinerja, Impassing guru swasta, honorer, kekurangan guru, penghasilan minimum, Guru BK, Kepsek, Tendik, dll.

Disamping itu, PGRI menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, mendorong gerakan peningkatan mutu anggota melalui berbagai kegiatan mulai di satuan pendidikan, ranting, cabang dan seterusnya. Mendorong guru untuk mencintai pekerjaannya dan mendedikasikan dirinya untuk mendidik dengan hati.

Alhamdulillah tanggapan beliau sangat positif. Beliau sangat menguasai hal-hal teknis administratif dan juga memahami aspek pedagogis . Beliau menekankan perlunya guru mencintai pekerjaannya, mendidik dengan hati. Karena jika dokter salah praktek maka resikonya nyawa dan dampaknya segera diketahui sedangkan jika kesalahan guru berakibat pada kemunduran suatau generasi.

Kami sangat gembira karena pernyataan beliau bahwa guru akan ditata, bukan sebagai pekerja administratif, termasuk penataan jam mengajar guru, LKS dan lain-lain menunjukkan bagaimana seorang menteri menguasai bukan saja pada policy makro laporan pejabat dibawahnya, tetapi menguasai substansi, sekaligus memahami aspek filosofis dan pedagogis profesi guru.

Respon beliau mengenai penataan 24 jam mengajar merupakan lompatan luar biasa dari Bapak Mendikbud kita. Kita harus sambut dengan bekerja keras, dan terus menerus memperbaiki kemampuan substansi, metodologi pembelajaran, dan kapasitas individu kita sebagai guru yang menjadi teladan bagi peserta didik.

Beliau juga insyaAllah akan hadir dalam pembukaan Porseni Tingkat Nasional di Siak. Semoga Ibu Menko PMK juga berkenan hadi dan membuka.

Kita tunjukkan sebagai guru yang santu, beretika, dan selalu berkeinginan memberi yang terbaik pada negeri tercinta. Kita juga menunggu catatan sejarah berikutnya dari Pak Menteri, membuat perayaan HUT PGRI bersama lagi dengan HGN yang telah menjadi tradisi puluhan tahun sebelumnya sebagai kebersamaan antara pemerintah dan PGRI dalam memajukan pendidikan nasional.

Ingat teman-teman... Anak-anak kita adalah penentu masa depan bangsa, dan guru adalah pendulumnya. Mari bersama-sama bekerja dengan hati penuh.

PB PGRI dan PGRI semua tingkatan akan terus menyampaikan spirit perjuangan dalam dialog-dialog menyampaikan pemikiran secara cerdas, dan cara-cara lain yang bermartabat.

Semoga Pak Menteri dengan seluruh jajarannya terus diberi kesehatan, dan keteguhan dalam mengemban tugas mulia ini.

Unifah Rosyidi
Plt Ketum PB PGRI
loading...


EmoticonEmoticon