Sunday, 25 September 2016

7 Model Wawancara Ini Perlu Diketahui Oleh Fresh Graduate

7 Model Wawancara Ini Perlu Diketahui Oleh Fresh Graduate

7 Model Wawancara Kerja Untuk Fresh Graduate - Memang asik jika kita membahas masalah dunia kerja, apalagi yang mencari kerja adalah para Fresh Graduate yang notabene belum banyak tau tentang dunia wawancara kerja. Nah, kali ini kami kembali dengan informasi mengenai macam-macam atau model wawancara kerja yang perlu diketahui oleh para fresh graduate yang sedang giat mencari pekerjaan. Harapannya biar para lulusan perguruan tinggi yang baru lulus ini tidak terlalu stress atau bingung dalam menghadapi wawancara kerja. Berikut ulasannya.

7 Jenis Wawancara Kerja Untuk Fresh Graduate

1. Wawancara Standar

Wawancara standar atau tradisional adalah tipe wawancara kerja yang paling sering digunakan. Saat menjalani wawancara ini, Kalian umumnya akan diwawancarai oleh seorang pewawancara yang merupakan seorang staf personalia, manajer departemen, atau utusan departemen.

Pertanyaan yang diajukan bertujuan mengetahui atau menguji apakah kalian kandidat yang tepat untuk perusahaan atau tidak. Beberapa pertanyaan yang biasa diajukan adalah:

  • Ceritakan tentang diri Anda!
  • Mengapa Anda ada di sini sekarang?
  • Berada dimana Anda dalam lima tahun mendatang?

Sebagai contoh, kalian bisa menjawab pertanyaan "Ceritakan tentang diri Anda?" dengan rumus Sekarang-Masa Lalu-Masa Depan. Lebih rincinya, ceritakan posisi Anda sekarang, informasikan pengalaman dan keterampilan kalian, dan utrakan mengapa kalian tertarik di perushaan tersebut.

Jika Kalian seorang lulusan jurusan Kimia, jawaban dengan rumus tersebut mungkin seperti ini:

"Saya lulusan Kimia dari Universitas Padjajaran. Saat penelitian, saya mensintesis katalis plastik dari bahan organik. Katalis yang dihasilkan dikarakterisasi dengan ICP dan NMR. Hasil uji aplikasi katalis menunjukkan bahwa rendemen plastik lebih banyak 10% dibanding rendemen katalis konvensional. Pengalaman dan keterampilan saya dalam membuat katalis plastik tersebut menjadi alasan saya tertarik bekerja di PT Plastik Jaya."

2. Wawancara Perilaku

Wawancara perilaku atau behaviour interview fokus pada perilaku masa lalu kalian untuk memprediksi perilaku masa depan kalian. Sejumlah perusahaan menyukai jenis wawancara ini karena mereka menganggap perilaku sangat mempengaruhi kinerja seseorang. Dengan kata lain, kandidat yang perilakunya baik di masa lalu, akan baik juga di masa depan sehingga dia dapat bekerja dengan baik.

Di model wawancara ini, pewawancara bisa menanyai kalian dengan pertanyaan seperti berikut:

  • Apa keberhasilan terbesar Anda?
  • Apa kegagalan terbesar Anda?
  • Apa yang Anda lakukan ketika sedang tidak kuliah?
  • Bagaimana cara Anda menyelesaikan tiga tugas kuliah yang berbeda? 

Kunci untuk menjawab pertanyaan wawancara perilaku adalah dengan menggunakan teknik STAR (situation, task, action, and result). Kalian menyebutkan situasi yang dihadapi, tugas yang didapatkan, tindakan yang dilakukan, dan hasil/pelajaran yang kalian peroleh.

Informasikan Situasi dan Tugas
Pewawancara kerja sering bertanya mengenai pengalaman atau keterampilan si kandidat. Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, informasikan situasi dan tugas yang kalian alamai dalam menangani sebuah pekerjaan.

Sebagai contoh, jika kalian baru lulus dari perguruan tinggi, situasinya adalah praktik lapangan di sebuah lembaga penelitian ternama. Sementara itu, tugasnya adalah kalian diminta meneliti sebuah topik penelitian yang baru bagi kalian dalam 4 bulan.

Jelaskan tindakan yang dilakukan
Setelah menginformasikan situasi dan tugas, langkah selanjutnya adalah menjelaskan tindakan (action) yang kalian lakukan. Agar lebih efektif paparkan langkah demi langkah yang dapat kalian lakukan.

Contoh kalian sebagai lulusan baru perguruan tinggi, langkah demi langkah yang dapat kalian lakukan adalah:

  • Mencari jurnal terkini, baik di perpustakaan atau melalui internet, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman orang lain tentang topik yang akan diteliti
  • Bertanya kepada peneliti lain yang berkaitan dengan topik penelitian kalian untuk meminta saran
  • Membaca buku-buku teks yang menjelaskan prinsip dasar topik yang akan diteliti
  • Melakukan penelitian pendahuluan untuk menguji coba metode mana yang cocok.
  • Menggunakan metode terpilih dalam meneliti
  • Meneliti topik tersebut dengan antusian dan mencatat semua langkah dan pengamatan
  • Meminta masukan dari pembimbing di tempat penelitian tersebut dan tempat kalian kuliah
  • Menjelaskan hasil yang diperoleh dengan mengaitkannya dengan referensi-referensi yang kalian miliki
  • Mencicil laporan penelitian sehingga kalian tidak repot
  • Membuat laporan penelitian seminggu setelah penelitian selesai

Semakin rinci kalian menjelaskan tindakan-tindakan yang kalian lakukan, semakin baik jawaban wawancara kalian. Mengapa? Karena Pewawancara kerja akan menilai upaya-upaya yang kalian lakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Informasikan hasil akhir
Sebagai contoh kalian sebagai lulusan baru, informasikan bahwa kalian sukses menyelesaikan penelitian tersebut dalam 4 bulan. Tunjukkan juga bukti-bukti kesuksesan tersebut, misalnya laporan skripsi kalian, jurnal (bila penelitian tersebut diterbitkan di jurnal, dan nilai yang kalian peroleh dari para pembimbing penelititan kalian)

3. Wawancara Situasional

Berbeda dengan wawancara perilaku, wawancara situasional fokus pada kinerja masa depan kalian. Umumnya, pewawancara kerja akan memberi kalian sebuah masalah dan bertanya bagaimana cara kalian menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh masalah:

"Atasan Anda sedang di luar kota karena tugas perusahaan selama empat hari kerja. Saat berada di luar kantor tersebut, dia menugaskan Anda menulis sebuah laporan untuk seorang klien, dan dia meminta draf laporan itu selesai dalam dua hari. Pada tenggat hari yang ditentukan, setelah mengerjakan draf tersebut, Anda berfikir semuanay sudah lengkap. Namun, ketika Anda mengecek email terbaru dari atasan Anda, ada beberapa pertanyaan yang jawabannya akan sulit dimasukkan dalam dfar laporan tersebut. Apa yang akan Anda lakukan?"

Apapun masalah yang akan diberikan pada kalian, kiat menjawab adalah:

  • Jujur dan spesifik
  • Ketahui masalah, jelaskan solusi, dan tindakan yang akan kalian lakukan
  • Jika masalah terkait keahlian Anda, masukkan keahlian tersebut dalam jawaban kalian untuk menunjukkan bahwa kalian mampu menyelesaikan masalah tersebut.


4. Wawancara Kasus

Wawancara kasus umumnya digunakan perusahaan konsultan. Wawancara ini fokus pada bagaimana kalian menyelesaiakan sebuah atau beberapa isu bisnis yang spesisfik. Pernyataan yang diajukan bisa berupa pertanyaan kantitatif untuk mengetahui bagaimana kalian menangani kasus yang diberikan.

Beberapa contoh kasus pada wawancara jenis ini adalah:
  • Sebuah bank online tumbuh dengan baik, namun bank tersebut belum untung karena belum bisa mencapai target profit. Apa yang salah dengan bank tersebut?
  • Anda menjadi konsultan untuk salah satu toko sepatu terbesar di kota Anda. Penjualan toko tersebut mulai turun dan manajemen toko berpikir untuk menjual makanan cepat saji di lokasi toko. Apa yang akan Anda rekomendasikan pada manajemen toko sepatu tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan wawancara kasus, bagi jawaban kalian menjadi lima bagian:
  • Identifikasi masalah - tulis masalah dalam buku atau kertas yang disediakan
  • Ketahui faktor yang terlibat - Indentifikasi faktor-faktor yang terlibat pada masalah tersebut. Faktor ini bisa berupa sistem, peralatan, material, orang, kostumer, dan lain-lain.
  • Identifikasi penyebab - Untuk setiap faktor yang kalian tulis pada langkah di atas, tulis sejumlah penyebab terkait faktor tersebut. Sebagai contoh, penyebab yang mungkin untuk faktor peralatan adalah rusak atau tidak dikalibrasi.
  • Pilih solusi terbaik - Dari sejumlah penyebab, tentukan penyebab utama dan solusinya. Jelaskan juga alasan kalian mengambil solusi tersebut. Jika diperlukan, buat diagram alir solusi tersebut lengkap dengan pemantauannya.
  • Informasikan pelajaran yang diperoleh - Informasikan pelajaran apa yang kalian peroleh dari kasus tersebut.
5. Wawancara via Telepon

Wawancara ini biasanya dilakukan perusahaan asing yang lokasinya tidak berada di negara si kandidat. Sebagai contoh, kalian melamar posisi Chemist di perusahaan asing yang berlokasi di Australia. Si perusahaan asing tersebut akan melakukan wawancara telepon sebagai saringan awal apakah kalian kompeten atau tidak untuk mengikuti wawancara selanjutnya.

Meskipun via telepon, kalian tetap harus menjalani tipe wawancara ini dengan sebaik-baiknya. Persiapkan diri kalian layaknya akan menjalani wawancara tatap muka.

6. Wawancara Presentasi

Dalam wawancara presentasi, Kalian akan diberi sebuah isu bisnis dan diminta mempresentasikan solusi ke satu atau lebih karyawan perusahaan. Waktu yang diberikan kepada kalian adalah 30 menit. Alokasinya adalah 15 menit untuk persiapan dan 15 menit untuk presentasi.

Kunci sukses menjalani wawancara ini adalah mempersiapkan bahan presentasi dengan cepat (maksimal 10 menit). Dalam lima menit pertama persiapan kalian, buat garis besar masalah dan tulis sejumlah solusi potensial yang muncul di kepala kalian.

Dalam lima menit kedua, lingkari solusi yang menurut kalian paling baik dan tulis poin-poin cara mengaplikasikan solusi tersebut. Saat menulis poin-poin tersebut, identifikasi juga sumber daya yang kalian perlukan. Gunakan sisa waktu 20 menit untuk mempresentasikan solusi tersebut.

7. Wawancara Panel

Biasanya, dalam wawancara panel kalian akan diwawancarai oleh lima pewawancara. Mereka akan menanyakan beragam jenis pertanyaan. Kuncinya, jangan gugup jikalau kalian menghadapi wawancara jenis ini. Gunakan teknik-teknik menjawab yang telah saya uraikan pada jenis wawancara kasus, situasional atau perilaku.

Dengan mengetahui jenis-jenis wawancara kerja di atas, kalian yang notabene fresh graduate bisa percaya diri menghadapi wawancara kerja di perusahaan apa pun. Jika memungkinkan, beli satu atau dua buku yang membahas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di suatu wawancara kerja. Persiapkan dokumen terkait yang sekiranya akan ditanyakan pewawancara kerja.

Nah, setidaknya dengan mengetahui ketujuh model wawancara kerja di atas seperti yang dikutip dari duniakaryawan.com maka hal itu dapat mengurangi rasa kebingungan atau stress dalam menghadapi wawancara kerja bagi fresh graduate. Keuntungan dengan mengetahui 7 model wawancara kerja di atas, Pertama, kalian akan bisa mempersiapkan diri lebih baik. Kedua, kalian akan lebih percaya diri saat wawancara kerja sehingga bisa lebih baik dari kandidat lain. Ketiga, kalian lebih bersemangat menghadapi wawancara kerja.
loading...


EmoticonEmoticon