Friday, 30 September 2016

Guru PNS dan Kepala Sekolah Bolos 3 Bulan Jadi Pengikut Dimas Kanjeng


Guru PNS dan Kepala Sekolah Bolos 3 Bulan Jadi Pengikut Dimas Kanjeng

Guru dan Kepala Sekolah Bolos Kerja 3 Bulan Di Padepokan Dimas Kanjeng - Baru-baru ini sedang memanas kasus dari seorang Dimas Kanjeng sang Kyai pengganda uang. Sejak ditangkapnya Dimas Kanjeng karena kasus pembunuhan  di Padepokannya, santer diberitakan di media massa, internet dan elektronik. Ironisnya ada beberapa guru bahkan kepala sekolah yang rela membolos kerja demi mendapatkan uang yang berlipat-lipat. Cara guru ini tidaklah patut ditiru.

Ini terjadi di daerah Nganjuk, Jawa Tengah. Rupanya di Nganjuk ada ribuan orang yagn menjadi pengkut dan tertarik menggandakan uang di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur. Lima guru dan seorang kepala sekolah yang menjadi koordinator baru saja menjalani pembinaan di dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (disdikpora).

Sebab, mereka bolos selama hampir tiga bulan dan menetap di padepokan. "Pembinaannya dilakukan minggu lalu," kata sumber Jawa Pos di disdikpora seperti yang dilansir jpnn.com. Informasi yang dapat kami himpun dari Jawa Pos menyebutkan, di Nganjuk ada sekitar 1.200 orang yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Wow, itu adalah jumlah yang sangat fantastis. Diantara ribuan orang itu, sekitar 600 diantaranya berprofesi sebagai guru.

Lima guru dan kepala sekolah bertindak sebagai koordinator dan menetap di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejak Juli lalu. Masih menurut sumber Jawa Pos, uang yang digandakan oleh para pengikut Dimas Kanjeng ini bermacam-macam. Mulai Jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah. Selain koordinator yang menetap di padepokan, biasanya para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini mendatangi padepokan di Probolinggo pada Sabtu malam.

"Sudah kami panggil minggu lalu. Kami beri pengarahan. Minggu ini sudah masuk lagi," Kata Widyasti Kepala disdikpora Nganjuk. Dari lima orang yang dipanggil, lanjut Widyasti, awalnya tiga orang saja yang datang. Adapun dua lainnya memenuhi panggilan pada senin (26/9) lalu. "Hari ini (Rabu lalu, Red) sudah masuk seperti biasa," terang Widyasti.

Ditanya tentang adanya ratusan guru di Kabupaten Nganjuk yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng, sekretaris Disdikpora Nganjuk Ibnu Hajar menambahkan selama ini lima guru dan kasek tersebut memang menetap di padepokan. Sehingga, mereka tidak menjalankan kewajibannya mengajar. Karenanya kelimanya lantas dipanggil dan diberi pembinaan untuk aktif kembali mengajar.

"Sebelum dibina disdikpora, yang guru sudah dibina kepala sekolahnya. Untuk kasek (kepala sekolah, red) juga sudah dipanggil UPTD (unit pelaksana teknis dinas di Kecamatan, Red)," ungkap Ibnu.

600 guru ikut gandakan uang di padepokan Dimas Kanjeng - Ditanya tentang ratusan guru di Kabupaten Nganjuk yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Ibnu mengaku sudah mendengar informasi tersebut.

Mesik demikian dia mengaku tidak tahu jumlah persisnya. "Katanya sekita itu (600, red). Tapi, paastinya kami tidak tahu," tegas Ibnu.

Lalu, apa yang dilakukan disdikpora agar ke depan para guru tidak lagi terpikat praktik serupa? Ditanya demikian Widyasti mengatakan, pihaknya akan melakukan penguatan spiritual. "Semua harus mawas diri. Lebih hati-hati. Tidak mudah terpikat dengan janji-janji yang tidak rasional," terang Widyasti.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan, semoga kedepannya para guru tidak tergiur akan hal-hal seperti ini (penggandaan uang, red). Memang uang besar sangat menggiurkan, namun kita juga butuh uang yang halal dan barokah. Kan sudah ada gaji dan sertifikasi, semoga guru-guru di Indonesia semakin sejahtera.
loading...


EmoticonEmoticon