Tuesday, 20 September 2016

Maryono, Mulai Ijasah SMP Hingga Golongan IV/c Karir Di Birokrasi

Maryono, Mulai Ijasah SMP Hingga Golongan IV/c Karir Di Birokrasi

Maryono titi karir di birokrasi dengan Ijazah SMP hingga Golongan IV/c - Salam hangat para pembaca berita utamanya di mardiyas.com. Kali ini dalam hal motivasi kami menghadirkan Drs. Maryono, M.Si 195809031979021001. Mungkin nama Maryono sangat asing di telinga kita. Namun nama beliau begitu terkenal di bidang Birokrasi khususnya Badan Kepegawaian Negara. Simak kisahnya yang dapat kami kutip dari bkn.go.id.

Tekun, semangat dan loyalitas menjadi bekal bagi Haryono menjalani karir di birokrasi negeri ini, meski saat awal menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ia hanya bermodalkan ijazah SMP dan menduduki jabatan sebagai kurir. Selama 37 tahun lebih 7 bulan ia berkarir, pada 1 Oktober 2016 ia akan memasuki masa purnabakti pada Direktorat Arsip Kepegawaian II dengan pangkat pengabdian golongan IV/c Sebagai Kepala Sub Direktorat Arsip Kepegawaian Elektronik pada Direktorat Arsip Kepegawaian II dan telah mengantongi penghargaan Satya Lencana X tahun, XX tahun, dan XXX tahun.

Maryono berujar, sesungguhnya saat mendaftar sebagai CPNS, ia sudah mengantongi ijazah SMA. Namun saat lowongan CPNS dibuka, hanya ada formasi untuk lulusan SMP. "Dorongan keluarga agar saya menjadi PNS cukup kuat dan itu memotivasi saya untuk masuk ke dalam dunia birokrasi. Sehingga walau saya hanya bisa menggunakan ijazah SMP, saya optimis mendaftar. Tetapi optimisme itu saya sertai komitmen untuk serius bekerja dan terus menambah kemampuan dengan melanjutkan jenjang pendidikan hingga level yang lebih tinggi," jelas maryono seperti dikutip dari bkn.go.id (19/9/2016)

Ditanya apa kiat yang menjadi pegangan sehingga dapat sedemikian tekun bekerja di birokrasi, Maryono mengatakan passion di dunia kepegawaian dan komitmen dia untuk bergegas menyelesaikan segala amanah membuat ia tidak bosan dan terus semangat mengabdi serta meningkatkan kompetensi. "Karena saya memang suka dengan dunia ini, saya jarang merasa lelah. Padahal saat saya harus melanjutkan sekolah hingga meraih gelar master, saya menjalani itu selepas bekerja di kantor. Tapi alhamdulillah semua itu bisa saya jalani. Gelar MSi saya pun saya peroleh setelah tepat menjalani kuliah selama 2 tahun, tidak molor, meski saat itu usia saya sudah 47 tahuh," ujarnya.

Selain Maryono, terdapat empat pegawai lain di lingkungan BKN yang juga memasuki masa purnabakti per 1 Oktober 2016. Kelima pegawai tersebut mengikuti acara pelepasan pensiun, senin (19/9/2016) selepas mengikuti upacara bendera. Acara pelepasan saat itu dipimpin oleh Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (sinka) BKN, Iwan Hermanto di ruang data gedung I lantai II, Kantor Pusat BKN. Pada kesempatan itu, Deputi Sinka menyampaikan apresiasi atas kinerja dan semgangat pengabdian yang telah dipersembahkan oleh para calon pensiun tersebut.

Sebuah contoh yang patut dibanggakan dari seorang Maryono, yang bekerja dan mengabdi penuh dengan semangat, meski di akhir masa jabatannya sebagai seorang abdi negara. Negara berterimakasih atas etos kerja selama ini dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai abdi negara di bidang birokrasi. Meski kami tidak mengenal beliau, namun dengan adanya tulisan di atas, kami berharap seluruh PNS atau ASN yang dulu dikenal dengan sebutan abdi negara, sekiranya dapat mencontoh Drs. Maryono, MSi dalam mengemban tugas hingga akhir masa jabatannya.

"Karena saya memang suka dengan dunia ini, saya jarang merasa lelah." 
by: Drs. Maryono, MSi


loading...


EmoticonEmoticon