Friday, 2 September 2016

Surga-Mu Ada Pada Suamiku

Surga-Mu Ada Pada Suamiku

Berbakti kepada suami merupakan salah satu jalan untuk masuk surga - Ketahuilah bahwa ketika seorang perempuan terikat sebuah janji suci pernikahan secara Islami. Maka status penghormatan dan kepatuhan seorang anak berubah. Urutan 1, 2, dan 3 adalah milik Ibu sedangkan Bapak menempati urutan ke 4. Namun ketika seorang perempuan menyandang status istri maka urutan itu menjadi yang pertama adalah milik Suami, kemudian 2, 3, 4 adalah Ibu dan yang ke 5 adalah Bapak.

Penghormatan dan kepatuhan terbesar untuk suami oleh seorang istri, maka sebagai seorang istri sudah sepatutnya mencontoh dan menjalankan apa yang sudah dikisahkan oleh Rasulullah saw. Suatu ketika, Rasulullah saw. menyampaikan pernyataan yang agak mengejutkan para sahabat di Madinah, baik laki-laki maupun perempuan. Pernyataan yang mengejutkan itu adalah "diantara wanita yang akan menjadi penghuni surga adalah isterinya Al Hathab."

Mendengar pernyataan Rasullullah saw tersebut, seluruh penduduk Madinah saling bertanya-tnya satu sama lain. Mereka amat heran, mengapa Rasulullah saw. menyebutkan istri Al Hathab itu, apa sebenarnya keistimewaannya dibandingkan perempuan-perempuan lain?

Karena mendapat banyak pertanyaan, istri Al Hathab akhirnya menanggapi berita tentang dirinya.

"Suamiku adalah pencari kayu bakar di bukit, ia menjualnya ke pasar dan ia kembali dari pasar dengan membawa sesuatu yang kami butuhkan sekeluarga. Ia pulang tentu dalam keadaan letih dan lelah serta haus sangat terasa ditenggorokannya.

Aku menyadari betapa payah suamiku itu dalam mencari nafkah. Saat ia pulang ke rumah, sudah kusiapkan air yang dingin sebagai penyejuk dan penghilang rasa haus, makanan untuk menghilangkan rasa lapar juga sudah kuhidangkan, kusambut suamiku itu dengan berdiri, memakai pakaian yang indah dan rapi, tidak hanya itu, ia kusambut dengan segenap kerinduan seolah-olah lama ia tidak pulang.

Kuserahkan diriku kepadanya, kalau ia ingin beristirahat dan bersenang-senang kubantu dia dan bila ia menginginkan diri saya, kurebahkan diriku antara dua lengannya bagai anak kecil yang bersuka ria dengan ayahnya."

Subhanallah....

Sebuah pernyataan yang begitu indah dari seorang istri Al Hathab. Betapa beruntungnya Al Hathab memiliki istri yang demikian. Bagaimana dengan Anda? Setidaknya sebagai seorang istri apabila terlalu sulit untuk seperti istri Al Hathab cukuplah bagimu untuk tampil sempurna dimata suami. Hormati, kasihi, sayangi dan jagalah kehormatannya. Semoga kisah inspiratif ini benar-benar bermanfaat untuk membentuk keluarga yang bahagia dunia akherat. Amiin.
loading...


EmoticonEmoticon