Tuesday, 8 November 2016

15.000 Guru Pendidik Ikuti Program Alih Fungsi

15.000 Guru Pendidik Ikuti Program Alih Fungsi

Program alih fungsi guru diikuti oleh 15 ribu pendidik - Pendaftaran program alih fungsi guru telah ditutup 20 Oktober 2016. Hasil seleksi pun telah diumumkan dan persiapan untuk pelatihan dan pendidikan telah diatur oleh Kemendikbud. Program alih fungsi ini merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi masalah utama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam hal kekurangan guru produktif.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, Kementria Pendidikandan Kebudayaan menjalankan program alih fungsi dari guru adaptif menjadi guru produktif. Kuota awal peserta program alih fungsi ini adalah 15 ribu orang. Sampai penutupan pendaftaran jumlah pelamar mencapai 16.487 orang.

Setelah dilakukan analisis dokumen, ditetapkan peserta program alih fungsi sejumlah 15.170 orang. Perinciannya, 1.259 guru SMA dan 15.228 guru SMK.


Guru adaptif di SMK adalah guru pengampu mata pelajaran PKn, Matematika, Seni Budaya, IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI (keterampilan komputer dan pengelolaan informasi).

Sedangkan guru adaptif di SMA adalah guru PPKn, Biologi, Kimia, Fisika, Ekonomi, Geografi, Bahasa Asing Lain, Antropologi, dan TIK.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan, revitalisasi SMK dilakukan agar siswa memiliki daya saing dan siap menghadapi persaingan kerja.

"Guru-guru program alih fungsi ini siap mengajar awal tahun 2017/2018," katanya. Setelah proses pendaftaran selesai, para guru peserta program ini akan ditempa sesuai dengan pemintan saat melamar.

Di antara peminatan yang dibuka adalah untuk program keahlian maritim/kelautan, pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, seerta teknologi dan rekayasa.

Ketua umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, alih fungsi sebaiknya tidak berjalan 100 persen. Guru yang semula mengajar Matematika, IPA, atau IPS tidak total pindah menjadi guru produktif. "Apalagi di sekolah yang jumlah gurunya ps-pasan, jelasnya seperti yang dikutip di jpnn.com.

Pelatiahan guru alih fungsi dari adaptif ke produktif harus maksimal. Guru dibekali kemampuan supaya matang di urusan teori, praktik, pedagogik (pengajaran), dan sosial.

Sehingga saat menjadi guru produktif kinerjanya maksimal dan bisa menghasilkan lulusan SMK berkualitas.
loading...


EmoticonEmoticon