Saturday, 12 November 2016

Guru Wajib 40 Jam di Sekolah, Apa Alasan Mendikbud?

Guru Wajib 40 Jam di Sekolah, Apa Alasan Mendikbud?

Inilah alasan Mendikbud Wajibkan Guru 40 jam di sekolah - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy lagi-lagi mencetuskan program baru terkait dunia pendidikan di Indonesia. Entah mana yang bisa terlaksana dengan sempurna atau sebaliknya. Namun kita perlu meyakini dan mendukung program-program dari Mendikbud Muhadjir.

Masih ada hubungannya dengan fullday school - Rencana dari program fullday school terus berkembang, mulai rencana Sabtu dan Minggu sekolah libur, guru mengajar 12 jam pelajaran, guru dilarang memberikan PR, sampai pada penerapan guru wajib 8 jam kerja di sekolah.

Alasan guru wajib 40 jam di sekolah selama seminggu - Mulai tahun depan pemerintah akan menerapkan penguatan pendidikan karakter di tingkat SD dan SMP. Konsekuensinya, baik siswa maupun guru akan lebih lama di sekolah.

"Siswa dan guru setiap harinya delapan jam berada di sekolah. Namun, bukan berarti 8 jam itu tatap muka di kelas. Sebagian besar jam belajar dihabiskan di luar kelas," kata Mendikbud Muhadjir Effendy. selasa (8/11) seperti yang dilansir jpnn.com

Dalam pendidikan karakter, guru harus mendampingi siswa delapan jama selama lima hari. Dengan demikian, ada 40 jam waktu siswa dan guru dihabiskan di sekolah.

Menurut Mendikbud, waktu tersebut akan terasa kurang bila guru sudah mendapatkan metode pembelajaran yang pas untuk anak didiknya. Terutama agar bisa membuat anak tidak cepat bosan dan justru betah.

"Saya yakin, kalau metodenya pas, anak-anak akan lebih suka di sekolah. Itu sebabnya tidak ada lagi PR di rumah karena sudah dikerjakan di sekolah. Sabtu dan Minggu, sekolah diliburkan. Selain itu pendidikan ekstrakurikuler dan intrakurikuler posisinya sama-sama penting," terangnya panjang lebar.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini membantah bila hak-hak siswa dan guru dirampas karena waktu bersama keluarga lebih sedikit.

"Ya tidak berkurang. Anak-anak dan guru-guru full bersama keluarganya di hari Sabtu dan Minggu. itu sebabnya, tidak boleh ada PR atau lainnya agar dua hari init bisa dimaksimalkan," tandas Mendikbud.
loading...


EmoticonEmoticon