Monday, 28 November 2016

Ini Dia Kunci Perkembangan Psikologi dan Psikososial Siswa

Ini Dia Kunci Perkembangan Psikologi dan Psikososial Siswa

Kunci perkembangan psikologis dan psikososial siswa - Mengingat dan melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini yang terlihat semakin menurun kualitas lulusannya, perlu dicari apa penyebabnya. Di era yang serba canggih seperti ini tidak sedikit berita-berita yang mengisahkan terpuruknya dunia pendidikan Indonesia. Sebut saja salah satunya adalah menurun drastisnya penghormatan kepada guru oleh siswa. Tata krama dan sopan santun sudah mulai terkikis dalam dunia Pendidikan Indonesia. Akhirnya kemampuan menghargai diri sendiri dan kepekaan sosial pada diri siswa semakin berkurang.  Hal itu tidak luput dari perkembangan psikologis dan psikososial siswa.

Dalam dunia pendidikan social and emotional thinking sangat diperlukan. Dimana Social and Emotional Thinking (SET) merupakan salah satu program pengajaran yang fokus pada keseimbangan emosi dan sosial siswa. SET mendukung siswa untuk memiliki kemampuan menangani emosi dan memiliki kemampuan problem solving yang mumpuni.

"SET mendukung siswa makin memiliki kepercayaan diri dan memiliki empati serta hubungan intrapersonal yang baik dengan lingkungan sekitar," kata Brenton Hall, Principal Australian Independen School (AIS) Indonesia di Jakarta, Rabu (9/11/2016) seperti yang dilansir di tribunnews.com.

"SET menghargai individu sebagai bagian penting yang menentukan perkembangan selanjutnya namun sayangnya, tidak banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program SET," ujarnya.

Program SET meyakini bahwa untuk menjadi seorang yang percaya diri dan memiliki kemampuan akademis dan non akademis yang baik, penting untuk memiliki kemampuan menghargai diri sendiri dan memiliki kepekaan sosial. Saat ini sekolah sangat berperan dalam perkembangan siswa, dengan cara membentuk lingkungan yang positif dan kepercayaan diri yang kuat.

"Jika siswa memiliki emosional yang sehat dan memiliki hubungan intrapersonal yang positif di sekolah, maka siswa akan lebih siap dalam kegiatan akademik dan mendapatkan hasil yang baik," kata Brenton.

Brenton Hall mengatakan, SET bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman emosional, empati dan kepedulian. di AIS, kelas SET merupakan kurikulum wajib yang diikuti oleh kelas 7-12 yaitu sebanyak 2 sesi per minggu.

Program SET dirancang khusus untuk mendukung lingkungan yang penuh dengan beragaman seperti beragam kondisi sosial ekonomi, perbedaan fisik, agama, budaya, dan lainnya. Secara berkelanjutan, program SET ini juga terus disempurnakan agar sesuai dengan perkembangan terkini dalam kehidupan siswa.

Linzi Band, Pembicara SET di Inggris dan Pengajar SET di AIS, menjelaskan, SET merupakan bagian dari proses belajar mengajar, dimana tiap materi yang dibahas dalam kelas mendukung materi pengajaran yang sedang diterima siswa di kelasnya.

Topik-topik dalam SET adalah topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SMP dan SMA termasuk mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, cybersafety, mengatasi kecanduan, dan lainnya.

"Program SET adalah pengajaran yang sangat interaktif, dimana siswa diberi pemahaman bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dalam menghadapi situasi atau kondisi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka," tutur Brenton.

Dengan terbentuknya emosional yang baik dalam diri siswa dan lingkungan sosialnya maka akan terbentuk sikap perilaku yang baik. Maka, dengan ini penghormatan terhadap guru juga akan terwujud kembali.
loading...


EmoticonEmoticon