Thursday, 10 November 2016

Menyontek Sama Dengan Korupsi, Kok Bisa?

Menyontek Sama Dengan Korupsi, Kok Bisa?

Menyontek Itu Juga Korupsi Lho - Baik sobat, admin mardiyas.com kali ini mencoba mengulas mengenai bahaya laten dari perbuatan menyontek semasa sekolah. Jika sobat mendengar kata-kata menyontek maka itu adalah hal yang mungkin sudah terbiasa di telinga para guru, siswa, orang tua sobat sekalian. Suatu budaya yang tidak mudah untuk menghilangkannya. Akarnya sudah terlalu dalam menancap sehingga membentuk karakter yang begitu kuat di lingkungan pendidikan. Separah itukah dunia pendidikan Indonesia, sobat?

Dunia pendidikan di Indonesia makin hari makin terancam akibat tingkah laku para pelajar. Tercatat lebih dari 95 persen peserta didik pernah menyontek ketika ujian-ujian sekolah berlangsung, seperti Ulangan Harian, Ujian Semester, Ujian Kenaikan Kelas, Ujian Sekolah bahkan Ujian Nasional. Berat dan sulitnya soal-soal yang diberikan menjadi pendorong siswa melancarkan tindakan asusila itu. Gimana apakah sobat tergolong para pencontek aktif semasa sekolah? hehehe... jawab dalam hati saja ya sobat!

Celakanya lagi sobat, kegiatan ini telah dibenarkan bagi sebagian besar siswa. Siswa yang dicontek merasa tak masalah selama perkara yang ditanyakan dapat dijawabnya. Jadilah budaya contek-menyontek tersebar luas di kalangan pelajar dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Hal ini didukung dengan minimnya hukuman yang diberikan pengawas atau guru juga menjadi motif siswa melakukan hal demikian. Siswa yang ketahuan menyontek biasanya hanya ditegur, dimarahi, dikeluarkan dari kelas, ataupun disuruh berdiri di depan siswa lain sehingga tidak memberikan efek jera bagi si pelaku. Itupun jika sobat ketahuan...

Perlu digaris bawahi ya sobat, melakukan praktik tidak senonoh tersebut mungkin saat ini tidak memberi dampak negatif. Tetapi sobat, sewaktu-waktu akan mendatangkan peristiwa-peristiwa seperti yang dipaparkan berikut ini:

|Baca Juga: IQ diurutan ke-21. Lalu Apa 10 Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Seseorang?

Menyontek Sama Dengan Korupsi, Kok Bisa?
  1. Nilai Tinggi Bukan Karena Jerih Payahnya Sendiri - Karena merasa sulit akan soal yang dikerjakan, akhirnya siswa mencoba berbuat curang. Berbagai macam diupayakan, kertas kunci jawaban yang disembunyikan di area tertentu, toleh sana-sini, dan lain sebagainya. Membuat siswa hanya ingin mendapatkan nilai memuaskan meski bukan dari jerih payahnya sendiri. "Yang Penting Nilaiku Bagus dan Gak Remidi", karakter itu yang tertanam di otaknya.
  2. Prestasi Merosot dan Terjun Bebas - Meski mendapat nilai memuaskan, eits jangan senang dulu. Nilai tersebut hasil rekayasa semata, kenyataannya justru sebaliknya. Prestasi sobat bukannya meningkat tetapi semakin terjun bebas lantaran malas belajar dan hanya mementingkan nilai. Sementara itu sobat, kecerdasan seorang siswa tak bisa diukur hanya dengan nilai ujian saja.
  3. Menyontek itu sama dengan korupsi intelektual - Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, menyontek telah menjadi budaya di kalangan pelajar dan mahasiswa, begitu pula dengan korupsi yang makin melanda di Tanah Air ini. Salah satu pondasi mental yang dipikul koruptor ialah berbohong, sejalan dengan menyontek. Artinya, makin banyak pelajar yang tidak jujur, maka semakin banyak pula koruptor di negeri ini. Hal ini juga diungkapkan oleh ketua KPK yang mengajak para mahasiswa untuk hindari korupsi intelektual. Sobat siapkan untuk mulai mengikis budaya menyontek mulai sekrang?
  4. Ini adalah perbuatan Dosa - Mari merenung sejenak, apakah sobat telah menganggap kegiatan menyontek ini suatu yang normal? Jika iya, sesungguhnya sobat telah melazimkan sesuatu yang tidak lazim. Pada dasarnya, menyontek merupakan tindak kecurangan, yang mana perbuatan tersebut dilarang di agama manapun. Apabila sobat seorang muslim mestinya lebih tahu tentang dosa yang akan menimpa sobat jika melakukan perbuatan menyontek ini.
  5. Serangan kebencian - Tak hanya dibenci guru, sobat juga akan dibenci teman, saudara, serta orang tua jika ketahuan melakukan perbuatan ini. Teman sekolah yang giat belajar melihat sobat memperoleh nilai lebih tinggi dari hasil menyontek akan menaruh perasaan dengki terhadapmu. Dan hati-hatilah jika teman sobat ini berdoa tentang hal ini.
  6. Tidak bisa diandalkan - Karena sobat sedari kecil terbiasa menjiplak atau meniru atau menyalin karya orang lain, saat dewasa kelak pun kebiasaan ini akan sulit dihilangkan. Karena sudah mengakar mendarah daging menjadi sebuah karakter pada diri sobat sekalian. Jika demikian, kalian akan menjadi berat ekor dan terbiasa mengandalkan keringat orang lain.

Jangan sakit hati membaca tulisan di atas ya Sobat! maaf deh jika tulisan admin membuat tersinggung. Namun jika sobat merasa tersinggung, maka cobalah sobat untuk merenung dan memikirkan kembali untuk kembali ke jalur yang benar dalam memperoleh prestasi di sekolah. Ingat  dan yakin ya sobat: 
"Allah akan membayar semua kerja keras kita"
loading...


EmoticonEmoticon