Friday, 10 March 2017

Siapa Itu Mahasiswa Abadi dan Mengapa?

Siapa Itu Mahasiswa Abadi dan Mengapa?

Mahasiswa Abadi - Sobat mungkin pernah mendengar istilah ini yaitu mahasiswa abadi. Mungkin fenomena saat ini pun sepertinya masih ada di Indonesia. Kebijakan demi kebijakan yang diterapkan untuk universitas demi menghilangkan status mahasiswa abadi pun sudah dilakukan oleh pemerintah. Namun hasilnya tidak begitu signifikan, tidak memberikan solusi, tidak terjawab dengan baik, dan saat ini masih banyak mahasiswa abadi.

Siapa itu mahasiswa abadi? - Istilah mahasiswa abadi sebenarnya populer pada tahun 70-90an. Tapi saat ini pun sebenarnya fenomena ini masih ada. Mahasiswa abadi adalah mahasiswa yang masa kuliahnya lama. Tidak hanya lama, pada suatu titik tidak jelas pula kapan mahasiswa itu akan lulus. Tidak sekdikit dari mereka yang akhirnya TIDAK LULUS KULIAH.

Gejala ini marak di tahun 80an, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Drop Out (DO). Pada 2 tahun pertama dilakukan evaluasi dengan ambang batas yang telah ditetapkan. Bila ambang batas itu tidak dilampaui, maka mahasiswa itu akan kena DO. Kebijakan ini tidak berjalan dengan efektif. Banyak kampus yang tidak tega menerapkannya dengan ketat.

Kini masa kuliah diperpendek jadi 4 tahun. Mahasiswa didorong untuk lulus cepat. Gejala mahasiswa abadi sudah turun drastis. Tapi bukan berarti sudah musnah sama sekali.

Jenis-jenis mashasiswa abadi:

  1. Ada yang pada awalnya lancar, setiap mata kuliah dia lulus dengan nilai baik, tapi mentok pada saat harus menulis skripsi. Srkipsi tidak kunjung jadi, selama bertahun-tahun.
  2. Ada yang terseok-seok, dan terus begitu sepanjang kuliah. Mungkin mahasiswa ini kuliah hanya sebagai status saja untuk mengangkat martabatnya dimata teman-temannya.
  3. Adu juga yang tidak kuliah, sibuk dengan hal-hal lain di luar itu. Mereka sibuk menjadi aktivis atau sibuk berbisnis.
Lalu mengapa demikian?

Mahasiswa abadi tipe pertama adalah mahasiswa yang gagal membangun kemampuan belajar. Ia tidak bertransformasi menjadi orang yang mampu belajar mandiri. Orang-orang ini belajar dengan tipe anak-anak. Ia hanya sanggup belajar dengan cara menghafal pada hal-hal yang disodorkan padanya. Ia tidak sanggup mencari bahan pelajaran, meramunya menjadi pengetahuan baru, yang bisa ia pakai untuk menyelesaikan masalah.

Mahasiswa yang terseok-seok sejak awal adalah mahasiswa yang boleh jadi memang tidak layak kuliah. Kemampuan intelektualnya tidak memadai. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk kuliah, mengikut arus (alias ikut-ikutan teman). Atau dipaksa oleh orang tua untuk kuliah. Mereka kuliah tanpa kemampuan, tanpa tujuan, dan tanpa semangat.

Adapun yang sibuk dengan aktivitas lain di luar kuliah, mereka adalah orang-orang yang kehilangan tujuan. Mereka tidak lagi tahu apa tujuan mereka kuliah. Sebagian sekedar mencari pelarian, karena nilai mereka yang buruk.

Yang sibuk berbisnis, ada yang benar-benar sibuk berbisnis, dan bisnisnya bagus. Orang-orang seperti ini memang sebenarnya tidak perlu lagi meneruskan kuliah. Mereka sudah punya segala sesuatu yang dibutuhkan. Tapi tidak sedikit pula yang sebenarnya hanya pura-pura berbisnis. Mereka sebenarnya sedang melarikan diri dari kuliah.

Lalu, ada satu lagi jenis mahasiswa abadi yang wujudnya agak samar. Mereka cukup lancar kuliah, bisa lulus, tapi tidak sampai punya kemampuan memadai untuk masuk ke dunia kerja. Mereka tidak pnya cukup skill. MEREKA TIDAK LAKU DI DUNIA KERJA.

Lalu apa yang mereka lalukan? Kuliah lagi, ambil S2. Mereka mengira ijazah S2 akan menyelamatkan mereka kelak.

Secara keseluruhan, mahasiswa abadi adalah orang-orang yang hidup tanpa manajemen diri. mereka tidak merumuskan tujuan hidup dengan jelas, tidak punya visi soal masa depan diri sendiri, tidak membuat rencana untuk menjalani hidup, tidak hidup menjalani suatu rencana.

Hidup mengalir dalam wujud kebetulan-kebetulan. Kalau kebetulannya baik, dapatlah mereka sesuatu. Kalu buruk, terpuruklah mereka.

Tidak sedikit mahasiswa yang belum paham, apa itu kuliah. Mereka berfantasi, menganggap kuliah itu adalah kotak hitam ajaib, siapa saja yang masuk lalu keluar dari situ akan jadi orang sukses. Mereka tidak sadar bahwa kuliah itu adalah seperangkat proses kerja kerah, dengan membawa sebuah visi.

Ada banyak mahasiswa yang bermimpi, tapi tidak mengenali jalan menuju mimpinya. Atau mereka tidak pernah menerjemahkan mimpi itu menjadi rencana-rencana untuk dijalani. Mereka tidur abadi, terbuai mimpi, dalam keadaan jasad mereka hidup melakukan berbagai kegiatan.

Apa yang seharusnya dilakukan?

Bangun, tatap masa depan. Tentukan visi, mau jadi apa saya. Berdasarkan visi itu, susun rencana. Kuliah apa yang akan diambil, kegiatan apa yang akan dilakukan, skill apa yang akan dibangun.

Tetapkan jangka waktu pencapaian. Eksekusi, jalankan rencana itu. Evaluasi pencapaiannya secara periodik. Bila ada yang belum sesuai target, lakukan tindakan koreksi. Inilah yang disebut mekanisme plan-do-check-action (PDCA).

Okay sobat sekalian, itulah tulisan sederhana mengenai fenomena MAHASISWA ABADI, jadi sebaiknya sobat sekalian jangan terlena dan tertidur, kemudian terbuai dalam mimpi-mimpi yang sebenarnya sobat tidak bisa jalankan. Cari passion apa yang ada pada diri sobat, kenali sejak dini passion itu. Jangan salah langkah jangan salah pilih, jangan ikut-ikutan dan jangan sekedar menyandang gelar mahasiswa belaka.


Sumber: dikutip dari tulisan DR. Hasanudin ABdurakhman - Doktor di bidang fisika terapan dari Tohou University, Jepang. Pernah bekerja sebagai peneliti di dua Universitas di Jepang, kini berkerja sebagai General Manager for Business Development di sebuah perusahaan asing Jepang di Jakarta.

Editor: Sobi Mardiyas
loading...


EmoticonEmoticon