Saturday, 26 November 2016

Pengamat Ragukan Kemampuan Guru Menilai Siswa Jika UN Ditiadakan

Pengamat Ragukan Kemampuan Guru Menilai Siswa Jika UN Ditiadakan

Ujian Nasional ditiadakan, Pengamat meragukan kemampuan menilai guru - Moratorium Ujian Nasional telah dikumandangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pun mendapatkan dampaknya pula, yaitu berubah menjadi Ujian Berbasi Komputer (UBK).

Sebelumnya, praktisi pendidikan Indra Charismiadji sangat mendukung dengan ditiadakannya UN. Namun, kini Indra mewanti-wanti pemerintah mengenai dampak kebijakan moratorium ujian nasional (UN). Ini merupakan sebuah ganjalan dihati Indra, yaitu soal kemampuan guru-guru.

"Moratorium UN boleh-boleh saja, tapi jangan sampai pengembangan pendidikan di Indonesia terhenti. Di sini guru yang jadi ujung tombaknya," kata Indra saat dihubungi, Kamis (24/11/2016).

Diakuinya hal ni memang berat, karena dari hasil uji kompetensi guru (UKG), nilainya banyak yang jeblok. Bila UKG saja rendah, bagaimana para guru ini bisa menilai siswanya kalau mereka sendiri tidak menguasai materi.

Indra juga menyarankan pemerintah membuat program-program pendidikan baru sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan dihapuskannya UN, otomatis programnya berkurang. Bila tidak ada program-program baru yang produktif atau sekedar copy paste, kualitas pendidikan di Indonesia akan tetap saja atau bahkan bakal turun.

"Kalau UN dimoratorium, kontrol kualitas guru harus lebih ketat. Selain itu program peningkatan kualitas pendidikan (siswa dan guru, red) harus ditambah, kalu tidak pasti akan menurun," ujar Indra.

Bagamainapun juga dihapusnya UN akan menimbulkan pro dan kontra, mungkin disisi lain akan senang jika tidak ada Ujian Nasional, mungkin juga disisi lain akan mempertanyakan tolak ukur kemampuan dan prestasi pendidikan di Indonesia dinilai dari mana?

Apapun kebijakan dari pemerintah tentang Ujian Nasional ini, mari kita dukung dengan sepenuh hati. Jika ada kesalahan sistem didalamnya pasti akan dikaji kembali. Semua itu demi perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.
loading...


EmoticonEmoticon