Monday, 21 November 2016

UN Ditiadakan Didukung OLeh Pengamat Pendidikan


Apa reaksi dunia pendidikan jika UN ditiadakan? - Beberapa waktu yang lalu implikasi Ujian Nasional (UN) tak dilaksanakan setiap tahun dan kini gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk menghapus pelaksanaan UN setiap tahun, dinilai tepat.

Pasalnya, UN hanya menghabiskan banyak anggaran dan tidak ada nilai positifnya. "Ide-ide Menteri Muhadjir banyak yang bagus. Saya malah lebih setuju bila UN ditiadakan, cukup ujian sekolah saja," kata Praktisi Pendidikan Abad 21 Indra Charismiaji kepada wartawan, minggu (20/11).

Menurut Indra, UN bukan hal positif yang patut dipertahankan. Dia mengilustrasikan, seekor ikan dites memanjat pohon. Tes yang mustahil dilakukan sehingga ikan ini akhirnya merasa dirinya bodoh.

"Padahal siswa yang mendapatkan nilai UN sembilan, satunya delapan, belum tentu pintaran yang dapat sembilan. Makanya saya bilang, UN itu tidak ada positifnya bagi siswa karena UN standarnya sama dan tidak melihat kelebihan kekurangan anak," terangnya panjang lebar.

Indra menyarankan, pemerintah melaksanakan ujian sekolah tapi dengan standar minimal yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, sekolah punya kreatifitas lebih tinggi agar para lulusannya bisa bersaing dengan daerah lainnya.

"Pemerintah cukup menetapkan standar minimal dari nilai, materi dan lainnya. Sedangkan batas maksimal jangan ditentukan agar sekolah bisa lebih berekpresi." tutup Indra.

Nah, itulah salah satu pendapat dari seorang praktisi pengamat pendidikan mengenai UN di Indonesia, tentunya hal ini tidak serta merta diterima dari semua pihak. Pasti ada pro dan kontra dalam penerapannya. Ujian Nasional Dihapus? Bagaimana menurut Anda?
loading...


EmoticonEmoticon