Monday, 5 December 2016

Denda 1 Miliar bagi yang lecehkan Guru di Media Sosial


Siapa yang melecehkan guru di Medsos akan didenda 1 miliar - Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) bukan hanya di Indonesia, tapi juga dinegera-negara lain diterapkan.

Bahkan sanksi yang diterapkan lebih berat daripada di Indonesia, Baik itu terkait dengan penipuan, peretasan, maupun komentar dan upload tulisan di dunia maya.

Salah satunya kasus pelecehan online pertama yang terjadi di New South Wales, Australia pada 2014. Seorang remaja lulusan SMA, Andrew Farley, didakwah bersalah setelah melecehkan guru disekolahnya.

Pelecehan itu dilakukan dengan mengunggah tulisan di Twitter dan Facebook. Dia menuduh guru musik Christine Mickle merebut jabatan ayahnya sebagai kepala seni dan musik di sekolah tersebut.

Setelah melewati persidangan, Farley dinyatakan bersalah. Dia diperintah pengadilan untuk membayar AUD 105 ribu (sekitar Rp 1Miliar) sebagai kompensasi bagi sang guru.

Farley yang saat itu baru memasuki usia 20 tahun harus menyatakan bangkrut karena tidak bisa membayar denda tersebut.
Padahal, dia merasa unggahannya sekadar berinteraksi dengan teman-temannya.

Bukan hanya individu melawan individu, kasus yang melibatkan pemerintah pun terjadi. Di Korea Selatan, seorang penggangur bernama Park Dae-sung diperkarakan negara karena mengunggah tulisan tentang prediksi robohnya bursa saham.

Di India, kepolisian setempat memproses 43 kasus yang menyebarkan berita bohong mengenai kematian Chief Minister wilayah Tamil Nadu, India, Jayalalithaa.

loading...


EmoticonEmoticon