Friday, 9 December 2016

Moratorium UNAS Ditunda, Persiapan Jalan Lagi


Moratorium UNAS ditunda - Rencana untuk Moratorium UNAS yang banyak dibicarakan beberapa waktu yang lalu, sempat membuat beberapa pihak gembira. Terutama pihak sekolah dan siswa yang merasa kelulusannya ditentukan dari UNAS yang hanya 3-4 hari itu. Padahal mereka sekolah sekian lamanya. Dan Penentunya hanya di waktu UNAS tersebut.

Pemerintah Memutuskan untuk tidak menyetujui penangguhan UNAS. Karena itu, persiapan UNAS di sekolah-sekolah menggelinding kembali. Termasuk di Surabaya.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan tetap menyiapakan dua skenario.

Pertama, skenario ketika unas diberlakukan. Kedua, skenario bila pemerintah akhirnya melaksanakan kebijakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Saat ini sejumlah rencana sudah digagas. Di antaranya, anggaran yang sudah dialokasikan untuk ujian SD/MI se-Jatim dialihkan untuk pelaksanaan ujian SMA/SMK.

Sebab, per 1 Januari, SMA/SMK sudah dikelola provinsi.

"Dengan tidak disetujuinya moratorium unas, kita tunggu kebijakan lebih lanjut," katanya kemarin (7/12).

Selama ini, lanjut Saiful, tahap pelaksanaan unas tetap berlangsung.

Artinya, pendataan nominasi ujian nasional sudah dilakukan.

Saat ini tahap pendataan nominasi tersebut ada di tiap kabupaten/kota.

"Biasanya per Januari sudah tahap nominasi di provinsi," tuturnya.

Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi data dari seluruh sekolah.

Yang pasti, pihaknya menunggu kebijakan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan unas tersebut.

Terutama untuk melanjutkan tahap-tahap menjelang pelaksanaan unas.

Di antaranya, lelang soal bagi sekolah yang belum menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Demikian juga kisi-kisi soal. Belum ada instruksi lebih lanjut mengenai hal itu.

"Kami tunggu petunjuk teknisnya dulu," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada sekolah, siswa maupun orang tua untuk tidak waswas.

Baik dengan unas maupun USBN, siswa tetap harus dipersiapkan dengan baik.

Orang tua, kata dia, juga sudah selayaknya membekali putra-putrinya dalam menghadapi ujian. Orang tua perlu memercayakan putra-putrinya kepada sekolah.

"Tidak perlu stres," tuturnya.

Sebelumnya, kekhawatiran wali murid muncul karena unas menjadi tolok  ukur kelulusan. Sekarang unas memang bukan lagi syarat lulus.

Karena itu, orang tua atau wali murid tidak perlu khawatir. Demikian juga sekolah. Saiful meminta sekolah tetap jujur. "Kualitas harus dijaga," ujarnya.

Meski sempat waswas, pihak sekolah tetap melakukan persiapan menjelang unas. SMAN9 misalnya.

Kepala SMAN 9 Moh. Shadali mengatakan, selama belum ada keputusan dari pemerintah pusat tentang moratorium unas, pihaknya tetap melakukan persiapan.

Program-program yang sudah disiapkan pun dijalankan sebagaiman mestinya.

Shadali menyampaikan kepada para siswa agar tidak cemas.

Yang penting, kata dia, persiapan harus dilakukan dengan baik sehingga tidak lengah jika sewaktu-waktu ada keputusan yang berubah.

Saat ini para siswanya sudah menyelesaikan ujian akhir semester.

"Sekarang sedang remidi," katanya.

Menurut Shadali, persiapan intensif untuk uijan nasional dilakukan mulai tahun depan.

Termasuk tryout yang dilaksanakan mulai Februari. Siswa diajak untuk belajar soal-soal ujian secara online.

"Kami juga antisipasi kalau ada esai, kami siapkan. Latihan-latihan soal multiple choice dan isian," terangnya.

Rencana moratorium unas memang sempat membuat galau para siswa maupun guru.

"Kami sampaikan saat upacara, apa pun aturan pemerintah, kita ikuti. Yang penting, kita siap dengan apa pun model ujiannya," jelasnya.

loading...


EmoticonEmoticon