Saturday, 7 January 2017

Sekolah Pungut Rp 10 Ribu per Siswa untuk Gaji Honorer

Sekolah Pungut Rp 10 Ribu per Siswa untuk Gaji Honorer

Sekolah gratis memberi banyak dampak bagi sekolah yang belum siap. Sekolah gratis membuat beberapa guru dan karyawan di sekolah yang tidak terbayarkan selama beberapa bulan.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sebatik Utara, Nunukan, Kaltara, memungut Rp 10.000 per siswa untuk membayar gaji guru honorer yang tertunggak selama enam bulan.

Dinas Pendidikan Nunukan tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Hanya saja, Sekretaris Diknas Nunukan, Akhmad mengatakan, ketika ada sekolah yang mengenakan biaya kepada pelajarnya harus dilakukan kesepakatan terhadap orangtua pelajar terlebih dahulu. Itupun bukan menjadi kewenangan sekolah, melainkan komite sekolah.

"Sekolah tak bisa meminta langsung kepada siswa, tapi harus melalui orangtua terlebih dahulu. Ketika ada kesepakatan tidak menjadi masalah". kata Akhmad kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Jumat (23/12).

Menurutnya, permintaan biaya kepada pelajar, harus dilakukan secara sukarela tanpa ada paksaan. Jika ada orangtua pelajar tidak ikut membayar karena kurang mampu, ya harus dimaklumi.

Dia menambahkan, hingga saat ini SMP Negeri 1 Sebatik Utara belum menyampaikan persoalan tersebut ke Diknas Nunukan.

Tapi, jika telah ada kesepakatan antara komite, pihak sekolah dan orangtua tak perlu menyampaikan ke Diknas Nunukan.

"Cukup disepakati dengan komite sekolah serta orangtua siswa, jadi persoalan seperti ini diluar dari kewenangan Diknas Nunukan, karena telah ada rapat resmi dilakukan," jelas mantan Kabid Energi, Distanben Nunukan ini.

Terkait alasan permintaan biaya Rp 10.000 per pelajar dilakukan akibat tidak adanya pencairan dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, dibenarkan Akhmad. Karena hingga Desember ini,anggaran tersebut belum dikelola Disdik Nunukan, sehingga tidak dapat disalurkan ke tiap sekolah yang menerima dana BOS.

"Waktu pencairan dana BOS hingga saat ini belum ada, jadi Disdik Nunukan tak bisa memberikan waktu yang jelas, apa lagi kondisi keuangan daerah sedang defisit, "tuturnya.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 1 Sebatik Utara, Supriadi terkait permintaan Rp 10.000 kepada pelajarnya mengungkapkan, biaya tersebut untuk menutupi gaji guru honorer yang tidak dibayarkan selama enam bulan.

"Kenapa diminta Rp 10.000 per bulan, karena dana operasional untuk gaji guru tidak dicairkan selama dua triwulan." kata Supriadi.

Dia menjelaskan, pembayaran Rp 10.000 ke pelajar tidak dilakukan secara terus menerus, hanya berlaku selama enam bulan ke depan.

Karena gaji guru honorer yang tak dibayarkan hanya enam bulan. Permintaan tersebut telah diterima dengan baik orangtua pelajar.

"Jika tak dilakukan seperti itu, harus mengadu kemana lagi untuk membayarkan gaji guru tersebut. Salah satunya solusi hanya permintaan biaya dari siswa saja," ungkapnya.
loading...


EmoticonEmoticon