Wednesday, 1 February 2017

Benarkah Pendidikan di Indonesia Lahirkan Generasi Pengecut?

Benarkah Pendidikan di Indonesia Lahirkan Generasi Pengecut?

Mardiyas.com - Seberapa parahkah kacaunya sistem pendidikan di Indonesia ini? di sisi lain seorang murid begitu beraninya menantang Gurunya dan di sisi lain lagi seorang pelajar mahasiswa mati sia-sia teraniaya oleh seniornya, yang notabene bukan Gurunya. Dalam hal ini pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia, mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Sistem pendidikan di Indonesia dinilai tidak menghasilkan seorang pemimpin melainkan seorang pengecut.

"Sistem pendidikan kita itu salah, bukan menghasilkan anak cerdas dan calon pemimpin, tetapi generasi pengecut yang mudah dibodohi," kata Indra di Jakarta, Selasa (31/1/2017) seperti dikutip dari jpnn.com.

Indra mencontohkan kasus kekerasan di Universitas Islam Indonesia (UII) yang menewaskan tiga mahasiswa peserta Mapala.

"Perpeloncoan di kalangan perguruan tinggi itu sah-sah saja. Karena ada tugas non akademis yang tidak bisa dilakukan dosen dan diserahkan kepada senior (dalam organisasi mahasiswa, red). Namun, tentunya ada batasannya jangan sampai kebablasan hingga menelan korban jiwa," terangnya penuh semangat.

Mahasiswa yang mengalami tindak kekerasan mestinya harus berani melawan seniornya bila tindakannya sudah kelewat batas apalagi mengancam keselamatan jiwa.

"Yang terjadi di pendidikan tinggi kita kan, juniornya iya-iya saja meski sudah dianiaya senior. Ini kenapa? Karena pola pendidikan kita tidak menghasilkan generasi pemimpin tapi pengecut. Ada ketakutan kalau melawan senior malah tambah digebukin, padahal cara melawan tidak harus dengan berkelahi melainkan lewat laporan, entah ke dekan, rektor bahkan ke polisi," bebernya.

Lalu muncul sebuah pertanyaan. Benarkah Pendidikan di Indonesia Lahirkan Generasi Pengecut? Dimana letak salahnya pendidikan di Indonesia? Seperti yang sudah dikutip di atas. Di satu sisi ada murid yang berani menantang Gurunya dan di sisi lain ada pelajara mahasiswa yang mati sia-sia teraniaya seniornya. Kompleks... Bagamana menurut pembaca sekalian menyikapi hal-hal seperti di atas? Masukan positifnya kami tunggu ya....
loading...


EmoticonEmoticon