Thursday, 16 February 2017

Jember dan Subang Jadi Pilot Project Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Belanda

Jember dan Subang Jadi Pilot Project Kerjasama Pendidikan Indonesia dan Belanda

Mardiyas.com - Untuk kesekian kalinya Indonesia menjalin kerjasama pendidikan dan kebudyaan dengan pihak asing. Tidak sedikit putra-putri bangsa yang menjadi program pertukaran mahasiswa guna menjalin kerjasama dibidang pendidikan dan kebudayaan tersebut. Semua ini dilakukan oleh pemerintah RI untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia sekaligus mempererat hubungan internasional dengan negara lain.

Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda baru-baru ini bersepakat untuk memperkuat kerja sama dibidang kebudayaan dan pendidikan kejuruan. Bentuk kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga naskah Memorandum of Understanding (MoU) bidang kebudayaan, Letter of Intent (LoI) kerja sama kemitraan komprehensif bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan. Dan yang terakhir Technical Arrangement (TA) mengenai identifikasi Kebutuhan untuk Proyek Percontohan di Indonesia serta Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Sektor Pertanian.

MoU dibidang Kebudayaan ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan, Kebudyaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Jet Bussemaker.

"MoU ini di inisiasi dengan mengingat beberapa hal yaitu Belanda merupakan mitra strategis Indonesia di wilayah Eropa. Indonesia dan Belanda memiliki hubungan masa lalau yang panjang sehingga memberikan pengaruh berbagai hal satu sama lain termasuk kebudayaan. Di samping memiliki keunggulan masing-masing yang bisa dikembangkan," kata Mendikbud saat memberikan sambutan di acara tersebut, Senin (13/12) seperti dilansri jpnn.

Belanda memiliki keunggulan dalam bidang pengelolaan meseum dan arsip sedangkan Indonesia kaya akan keanekaragaaman tradisi dan budaya.

Selain MoU, juga ditandatangani Letter of Intent (LoI) oleh kedua negara yang menitikberatkan pada bidang pendidikan dan kejuruan. Yaitu pertanian, kelautan, pariwisata dan industri kreatif.

Sedangkan Technical Arrangement (TA) ditandatangani Direktur Pembinaan SMK, Mustaghfirin Amin dan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol.

TA ini disusun untuk melakukan pemetaan dan analisis kebutuhan pada SMKN 2 Subang, Jawa Barat dan SMKN 5 Jember, Jawa Timur sebagai proyek percontohan kerjasama revitalisasi pendidikan kejuruan pertanian di Indonesia.

"Untuk tahap awal, SMKN 2 Subang dan SMKN 5 Jember jadi percontohan. Tahap berikutnya akan menyasar ke daerah lainnya. Diharapkan pemetaan dan analisis kebutuhan ini menghasilkan solusi bagi Indonesia untuk memenuhi kesenjangan dan kebutuhan organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar," terang Muhadjir Effendy.

LoI maupun TA merupakan pelaksanaan dari MoU RI - Belanda bidang pendidikan dan kejuruan yang telah ditandatangani pada November 2016 bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Belanda ke Indonesia.

Dari hasil kerjasama baik MoU, LoI dan TA ini juga diharapkan bisa lebih memperluas skalas promosi, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas lagi dalam berbagai sistem pendidikan kejuruan yang terbaik di antara keuda negara.

Semoga saja kerjasama di antara dua negara ini dapat memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan di Indonesia utamanya dalam pendidikan kejuruan yang nantinya menjadi pioner untuk menciptkan lapangan pekerjaan dan pengurangan pengangguran.  
loading...


EmoticonEmoticon