Thursday, 10 August 2017

Mendikbud Tegaskan Tidak Akan Ubah Kurikulum

Mardiyas.com - Kurikulum 2013 terus dikembangkan dan diformulakan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Program demi program telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Program yang baru-baru saya diluncurkan adalah 5 hari sekolah. Dan sampai saat ini masih mengalami pro dan kontra meski sudah berjalan.


Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak mengubah struktur kurikulum, dan menambah waktu belajar siswa di sekolah. Oleh karena itu sekolah diminta tidak melakukan penambahan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas (intrakurikuler) di luar ketentuan kurikulum 2013 (K13) maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Dilansir dari jpnn.com Selasa (8/8) Menteri Muhadjir mengatakan, "Tidak ada perubahan kurikulum yang dipakai, tetap Kurikulum 2013 atau K-13. Bagi yang belum menerapkan K13 bisa menggunakan KTSP. Sehingga, Implementasi PPK diberlakukan dengan masing-masing satuan pendidikan".

Bagaimana dengan kurikulum 2013 yang dilaksanakan dalam lima hari sekolah? - Untuk K13 yang dilaksanakan lima hari, anak-anak SD selesai belajar pukul 12.10, sedangkan untuk SMP selesai pukul 13.20. Setelah itu mereka bisa pulan dan melanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Bisa di sekolah, juga di luar sekolah seperti mengaji di madrasan diniyah.

Kebijakan Lima Hari Sekolah merujuk kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Payung hukum ini mengatur Penguatan Pendidikan Karakter dengan optimalisasi peran sekolah.

Hari sekolah dilaksanakan selama delapan jam dalam satu hari, atau 40 jam selama lima hari dalam seminggu. Ketentuan itu termasuk waktu istirahat selama 0,5 jam dalam satu hari atau 2,5 jam selama lima hari dalam satu minggu.

Mata pelajaran agama merupakan bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter. Itu sebabnya, Kemendikbud pun turut bersinergi untuk menjalin kerja sama penerapan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Madrasah Diniyah. Upaya penjajakan sudah ditempuh dengan pertemuan antara Kemendikbud dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Agama. 

Penguatan Pendidikan Karakter memiliki lima nilai utama meliputi religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas. Melalui lima hari sekolah, fokus pembinaan karakter berlangsung bukan semata pada Kegiatan Belajar Mengajar intrakurikuler, tapi juga mencakup kokurikuler dan ekstrakurikuler dengan suasana yang menyenangkan bagi siswa.

Apapun menu dan program dari Menteri Muhadjir tentunya sudah melalui pertimbangan dan pemikiran yang rumit. Dan sekarang sedang dipraktekkan, bagaimana hasil dilapangan, maka akan dilakukan peninjauan dan perbaikan. Kita tunggu apa lagi program terbaru dari Menteri Muhadjir.
loading...


EmoticonEmoticon