Sunday, 3 September 2017

Bahaya, Jangan Terlalu Jual Diri Saat Wawancara Kerja

Mardiyas.com - Memiliki pekerjaan adalah impian tiap individu dalam menjalani kehidupannya. Terkadang pekerjaan apapun diterima meski agak tidak sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki. Namun banyak juga yang memilih tetap pada prinsip untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dimiliki. Dan itu semua adalah hak dari individu masing-masing.


Begitu pula dalam hal interview kerja, tiap pribadi masing-masing memiliki trik-trik tersendiri agar bisa lolos diterima bekerja. Banyak juga yang mencari referensi tips dan trik lolos interview kerja. Dan salah satunya adalah menekanka pada "Jual Diri" saat wawancara kerja. Jika Anda tidak pandai-pandai dalam hal mengungkapkan diri atau jual diri pada saat interview, justru itu akan menjadi boomerang bagi diri Anda, sehingga Anda gagal wawancara kerja.

Bahaya, jangan terlalu jual diri saat interview kerja - Memang sih kebanyakan orang saat melakukan interview kerja berusaha untuk “menjual diri” sebaik mungkin. Tujuannya, agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan dan memikat juri interview.

Dalam hal ini “menjual diri” dianggap oleh banyak orang untuk menunjukkan kemampuan mereka dan intelektual mereka di depan pimpinan. Padahal sebenarnya bukan begitu cara mempromosikan diri pada saat interview.

Ingatlah bahwa Anda adalah orang yang unik. Tidak ada yang seperti Anda dan tidak pernah ada. Anda memiliki cerita masing- masing. Ini yang bisa Anda manfaatkan saat melakukan wawancara atau interview dengan beberapa manajer perekrutan.

Penjualan diri yang bagus mengharuskan Anda mengajukan pertanyaan bagus dan mendengarkan dengan saksama jawabannya.

Menjual diri dengan cara mengajukan pertanyaan membuat Anda terlihat lebih pintar. Selain itu, dengan pertanyaan- pertanyaan yang Anda ajukan kemungkinan Anda menemukan celah sisi lain perusahaan atau pekerjaan yang akan Anda masuki.

Caramenjual diriyang baik pada saat interview dengan menunjukkan pengetahuan Anda tentang perusahaan tersebut, memuji kinerja perusahaan tersebut, dan masih banyak lainnya yang memungkinkan untuk menunjukkan ketertarikan Anda pada perusahaan tersebut.

Sehingga membuat perekrut juga merasa tertarik dan merasa Anda adalah orang yang tepat untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut. Jangan hanya fokus pada “menjual diri” Anda sendiri.


Sumber : bisnis.liputan6.com
loading...


EmoticonEmoticon