Friday, 24 November 2017

Ini Dia Tips dan Cara Memaksimalkan Peluang Lulus SNMPTN

Mardiyas.com - Hi sobat sekalian, temen-temen siswa-siswi SMA atau SMK yang berbahagia. Kali ini kami ingin berbagi tips untuk sobat sekalian. Sebelumnya sobat pasti sudah tau tentang SNMPTN kan? Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri. Dimana di setiap tahunnya SNMPTN semakin selektif dalam penjaringan kelulusannya.

Tapi sobat sekarang tidak perlu khawatir, ini kami ada tips dan cara memaksimalkan peluang lulus SNMPTN. Simak ya sobat, dan coba untuk dimengerti dan dipahami, agar sobat benar-benar bisa memaksimalkan peluang untuk bisa diterima dan lolos SNMPTN.


Nah, disini kami akan membahas tentang gimana sih cara memaksimalkan agar bisa lulus SNMPTN. Sebelum itu, kami mau menjelaskan mengenai apa sih yang dimaksud dengan jalur SNMPTN ini. Oke, langsung aja ya.

Jadi gini nih, SNMPTN itu merupakan jalur seleksi yang terkadang dibilang mudah kadang juga dibilang sulit. Pertama mengapa kami bilang mudah? Jelas, karena untuk jalur ini peserta tidak perlu melakukan tes untuk bisa masuk Perguruan Tinggi Negri! Noh, enak kan? gak perlu pusing-pusing belajar lagi untuk menghadapi ujian seleksi. Hehe. Kedua mengapa kami bilang sulit? Sulitnya adalah ketika sobat hendak daftar nih, ya sobat bakalan bingungnya setengah mati buat nentukan dimana kuliahnya? Prodinya apa?

Kelas XII itu adalah masa paling galau seumur hidup yang pernah kami alami buat nentukan prodi apa dan PTN mana yang bakalan kami ambil. Yakin deh. Jadi kalau misalnya kamu udah punya rencana atau planning udah dari awal kelas X atau XI, bakalan mudah, gak bingung.

Sisi lainnya itu adalah jumlah peserta SNMPTN yang ikut lumayan banyak! Untuk tahun 2017 ini, peserta yang mengikuti jalur SNMPTN 2017 itu sekitar 800.000 keatas! Hampir mendekati 1 juta. Ngeri kan? Kami sendiri juga ngeri dengarnya. Nah, oleh karena itu kami bakal kasih kamu tips nih supaya bisa memaksimalkan supaya diterima di SNMPTN.

Tapi kami tidak bisa menjanjikan kalian untuk lulus karena ini setahu kami dari beberapa guru terutama guru BK dan informasi di internet yang sudah kami rangkum. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan.

1. Nilai Raport
Syarat mutlak untuk bisa ikut jalur SNMPTN ini adalah nilai raport dari semester 1-5. Jadi nantinya itu sekolah akan menginput data nilai raport kamu ke PDSS atau Pangkalan Data Siswa Sekolah. Untuk itu, kalian harus lebih aktif ke BK untuk membujuk guru BK atau Kepala Sekolah untuk segera menginput nilai raport ke PDSS. Jika guru BK atau Kepala Sekolah sudah menginput semua data nilai raport siswa di PDSS, tinggal giliran kamu nih mencocokkan nilai raportmu yang asli dengan nilai raport yang ada di PDSS.

Jika ada nilai yang salah, maka segera laporkan ke guru BK kalian masing-masing untuk segera dirubah. Yang terpenting adalah kalian harus teliti! Jika nilai kalian ada yang salah satu saja, maka ketika kalian dinyatakan lulus seleksi dan pas nilai kalian salah sekecil apapun, maka bakalan gugur! Ngeri banget kan? Makanya harus teliti.

2. Banyak Isu yang Mengatakan bahwa Nilai Raport Harus Naik. Bener Gak Sih?
Informasi yang kami dapatkan di internet itu semuanya kebanyakan adalah bahwa nilai raport harus naik atau konstan. Padahal menurut kami itu pernyataan yang salah banget. Gini, ya kami mau cerita sedikit, jadi waktu itu kami ke ruang BK untuk lihat nilai raport kakak kelas tahun kemarin yang diterima di SNMPTN. Dan kami terkejut banget.

Nilainya itu banyak yang fluktuasi atau naik turun. Tapi ranking pararelnya dia selalu naik terus. Ada juga nilainya yang biasa-biasa aja diterima di prodi favorit yaitu Psikologi. Heran banget kami waktu itu. Nah, sedangkan nilai raport yang bagus banget sampek dapet angka kepala 9 terus itu malah tidak diterima. Aneh bukan? Kami sendiri juga bingung dengan penilaian SNMPTN seperti apa karena penilaiannya itu sangat rahasia banget gak ada yang tahu. Jadi intinya adalah nilai raport yang cenderung naik terus adalah penentu utama diterima SNMPTN itu adalah penyataan yang sedikit SALAH.

Nah temuan itu kami tanyakan pada saat kunjungan oritentasi PT bersama sekolah. Kami menanyakan langsung kepada salah satu dosen PTN di Jawa Timur mengenai temuan kami tersebut. Dosen itu menyatakan bahwa nilai raport diharapkan untuk konsisten tetap naik tiap semesternya. Perkara nanti penilaiannya bagaimana saat seleksi SNMPTN itupun masih menjadi rahasia besar. Yang penting usahakan yang terbaik sajalah sobat.

3. Alumni
Ini nih menurut kami yang paling berpengaruh untuk bisa lulus SNMPTN. Apabila ada jumlah alumni dari sekolah sobat yang diterima di 3 jalur baik SNMPTN, SBMPTN, maupun UM, maka peluang kamu bakalan besar untuk diterima di PTN, apalagi kamu mengambil PTN yang banyak alumninya dan sefakultas, atau seprodi. Semakin banyak alumni yang diterima di PTN, maka semakin besar juga peluang sobat diterima.

Hal yang paling berpengaruh disini adalah selama menempuh pendidikan di PTN, jika alumnimu banyak mendapatkan prestasi atau nilai IPKnya baik, maka sangat besar juga peluangmu untuk diterima. Tapi jika alumnimu tidak berkelakuan baik atau misalnya nih sering bolos di mata kuliah tertentu, maka hal ini juga akan memengaruhi penilaian SNMPTN nanti. Oh, iya sering bertanyalah juga sama kakak alumnimu juga supaya lebih tahu gimana kehidupan kuliah itu, apa aja yang ada di PTN itu,dan lain-lain. Makin banyak bertanya, makin banyak pengetahuannya.

4. Akreditasi Sekolah
Sebuah sekolah pastinya punya akreditasi sekolah dong. Sekolah dengan akreditasi A, akan menjadi penilaian dalam SNMPTN juga. Akreditasi sekolah disini diartikan kualitas sekolah kalian baik berupa sistem pembelajaran, sarana dan prasana yang memadai, serta eksisnya sekolah tersebut. Kalau misalnya sekolah pernah ikut lomba kejuaraan apalah dan mengharumkan nama sekolah, jatah yang diberikan sekolah untuk SNMPTN juga bakalan banyak kok. Jika akreditasi sekolah dibawah A, jatah yang diberikan juga bakalan sedikit. Intinya akreditasi sekolah juga membawa peranan penting dalam penilaian SNMPTN.


5. Pilihlah Prodi Sesuai Minat dan Bakatmu, Setelah itu Baru Pilih PTN
Kebanyakan anak itu pilih PTN dulu baru prodi yang terakhir. Sebenarnya gini juga salah. Alangkah baiknya, sobat telusuri dulu deh minat dan bakatmu apa. Paling tidak gini, keunggulan yang kamu dapet selama ini di sekolah apa? Bisa hitungan, debat, atau olahraga? Oke, gini deh banyak anak yang kebingungan menentukan prodi dibandingkan PTN.

Jadi kalau sobat masih bingung masalah prodi, tanyakan aja deh sama hatimu. Dulu, ya kami juga bingung banget waktu pendaftaran SNMPTN, pinginnya ambil ini, eh pingin itu juga. Dan akhirnya yang semula kami ambil Pendidikan Tata Boga jadi Pendidikan Kamintansi. Hiks... Emang dari dulu kami suka sama hitungan, jadi ya mau gak mau kami harus ikuti perkataan hati. Hehe. Oh, iya jangan sampai salah memilih jurusan! Kalau kamu gak suka sama jurusan itu yaudah jangan diambil. Karena banyak kasus di kampus itu dia ambil prodi yang sepi banget peminatnya dan juga bukan minat dia, akhirnya dia keluar deh dan ikut ujian lagi buat ambil prodi yang dia inginkan. Kalau bisa juga ambil prodi yang sekiranya membuatmu tertantang.

6. Pilihan Prodi Menyatakan Prioritas dan Jangan Berpatok dengan Passing Grade
Oke, setelah sobat sudah punya planning dengan prodi yang akan sobat ambil, kini di SNMPTN pemilihan urutan prodi menyatakan prioritas, artinya siswa akan di seleksi pilihan pertama, jika tidak lulus di pilihan pertama, akan di seleksi pilihan kedua hingga seterusnya sesuai dengan kapasitas daya tampung. Oh, ya dalam pemilihan prodi itu jangan berpatok dengan PG atau Passing Grade. Passing Grade adalah batas nilai peserta yang diterima di SBMPTN. Jadi, PG gak ada sangkut pautnya dengan SNMPTN, ya. Kalau mau berpatok dengan PG, itu akan dibahas di SBMPTN.

7. Akreditasi Prodi Menentukan Kelulusan SNMPTN
Akreditasi prodi disini sangat berperan penting dalam kelulusan SNMPTN. Gini ya sekarang itu banyak juga siswa hanya melihat dari segi kualitas akreditasi PTN, bukan prodi. Padahal ternyata itu salah juga bro! Akreditasi prodi itu penting buat masa depan kamu nanti, jika sudah lulus kelak. Pekerjaan sekarang kebanyakan membutuhkan lulusan dari akreditasi prodi A atau minimal B lah. Contohnya seperti instansi bank membutuhkan lulusan sarjana S1 dengan akreditasi A. Jadi, sebelum memilih prodi, lebih baik dilihat dulu akreditasi prodi tersebut di masing-masing web PTN yang kalian tuju. Apabila kalian memilih prodi dengan akreditasi baik, maka peluang kelulusan akan lebih kecil dan apabila memilih prodi dengan akreditasi rendah, maka peluang kelulusan akan besar. Akreditasi prodi rendah itu disebabkan karena prodi tersebut masih baru, bahkan prodi baru masih tidak ada akreditasinya. Jadi setidaknya kalian kunjungi web PTN terlebih dahulu sebelum memilih prodi.

8. Perhatikan Persebaran Siswa yang Diterima, Daya Tampung, dan Peminat
Melihat persebaran jumlah siswa yang diterima disini juga penting. Karena disini lah puncak dimana kalian harus pintar menyusun strategi atau membaca peluang. Contohnya seperti dibawah ini.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan prodi yang akan dipilih adalah dengan melihat persebaran siswa yang diterima. Hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan prodi yang akan dipilih adalah dengan melihat persebaran siswa yang diterima.


Disini kami ambil contoh prodi Bahasa Kebudayaan Korea Universitas Indonesia. Di gambar tersebut tertera jumlah sebaran siswa, berdasarkan jurusan, dan provinsi. Pada bagian jumlah pendaftar dan jumlah diterima terdapat angka persen. Maksudnya adalah tingkat keketatan untuk masuk prodi tersebut. Jika tingkat keketatan semakin kecil, maka kelulusan SNMPTN akan semakin kecil begitu juga sebaliknya semakin besar tingkat persenan, semakin besar peluang untuk lulus SNMPTN.

Melihat persebaran siswa yang diterima tiap provinsi juga sangat mempengaruhi. Alangkah baiknya jika kalian memilih PTN yang berada di provinsi kalian tempati, karena biasanya tiap provinsi memprioritaskan calon siswa yang berada di provinsi yang sama. Jadi kami ingatkan kembali bahwa dalam tahap ini sangat penting sekali bagi kalian untuk membaca peluang ya sobat.

9. Blacklist atau tidak?
Kebanyakan siswa atau guru pastinya kecewa jika salah satu sekolahnya di blacklist atau masuk daftar hitam. Jadi blacklist itu apa sih? Oke, blacklist adalah daftar hitam yang ditujukan kepada sekolah karena siswa yang sudah diterima dari jalur SNMPTN tidak diambil, artinya tidak akan diikut sertakan dalam SNMPTN tahun depan. Ngeri kan? Ngeri banget lah. Bayangkan aja ya kalo di sekolahmu ada satu siswa aja yang lulus SNMPTN lalu tidak diambil, yang kena kan malah sekolah dan lebih parahnya lagi adik kelas yang tahun depan akan ikut SNMPTN tidak akan bisa daftar di PTN tersebut. Yaelah, udah lulus SNMPTN gak diambil kenapa dulu ikutan daftar klo memang gak mau diambil, kan kasihan peserta lain yang pengen diterima SNMPTN.



Demikianlah sobat, 9 (sembilan) informasi di atas bisa sobat jadikan acuan dan gambaran bagaimana langkah sobat saat ini jika ingin lolos SNMPTN. Niat dan usaha pasti ada harganya. Yakinlah akan hal itu sobat.

Sumber:
https://web.facebook.com/infomasukptn/posts/1219563071471964:0?_rdc=1&_rdr
loading...


EmoticonEmoticon