Friday, 5 January 2018

Akhirnya Penulis Buku Bacaan Mengandung LGBT Dipanggil KPAI

Mardiyas.com - Akhirnya penulis buku pendidikan mengandung LGBT dipanggil KPAI. Lagi-lagi dunia pendidikan Indonesia terusik oleh tingkah perbuatan karya tangan-tangan jahil tidak bertanggungjawab. Setelah beberapa waktu lalu heboh beredar sampul buku bergambar tidak senonoh (baca disini) kini muncul terbitan buku bacaan  yang didalamnya mengandung LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).


Jelas hal ini termasuk pada pemberian contoh yang kurang baik dan dapat membunuh karakter anak bangsa. Apalagi dalam masa usia perkembangannya seorang anak kecil akan merekam segala bentuk informasi yang akan menjadi catatan panjang dalam memori otaknya atau lebih dikenal dengan long time memory. Hal ini dikhawatirkan akan membentuk perilaku yang menyimpang ketika anak beranjak dewasa nantinya.

Dilansir dari jppn.com (30/12/17) - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan akan memanggil Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa, penulis buku yang mengandung unsur LGBT.

KPAI saat ini sudah mendapatkan kontak dan alamat dari pihak penerbit.

"Mengingat Intan Noviana sangat produktif menulis buku untuk Balita Belajar Membaca. KPAI akan meminta penulis membawa buku-bukunya yang lain, karena khawatir masih terselip kata-kata yang serupa dengan konten yang tidak layak. Pemanggilan direncanakan pertengahan Januari 2017," kata Retno dalam pernyataan resminya, Sabtu (30/12).

Dia menjelaskan, penerbit Pustaka Widyatama sudah melakukan penarikan buku yang mengandung unsur LGBT sejak terjadi komplain dari pembaca pada 2011-2012.

Semenjak penarikan buku balita berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang ditulis Intan dan Purnama, Pustaka Widyatama sudah tidak memproduksi dan mengedarkan buku tersebut.

Bahkan Intan dan Andri sudah tidak lagi menjadi penulis di Pustaka Widyatama.

"Penerbit menyatakan kepada KPAI bahwa halaman buku yang diunggah ke media sosisal pada Desember 2017 dipastikan adalah buku lama yang sudah ditarik di pasaran," terangnya.

Namun, karena buku sudah terlanjur dibeli oleh orang tua maka penerbit sulit menarik. Kecuali orang tua mengembalikan buku yang dibelinya ke penerbit untuk dihancurkan.

Bila saat ini masih ditemui buku tersebut di pasaran, lanjut Retno, penerbit memohon untuk ditarik dan dikembalikan. Bagi yang sudah terlanjur dibeli perorangan, penerbit bersedia membeli kembali untuk kemudian akan dihancurkan.

Retno menjelaskan, penerbit menyatakan sudah melakukan komunikasi dengan penulis. Sang penulis juga siap jika dipanggil ke KPAI.

Semoga dengan kejadian-kejadian seperti ini dunia pendidikan Indonesia lebih waspada dan selektif dalam memantau materi-materi buku pelajaran yang akan digunakan oleh peserta didik. Bagi orang tua juga agar wasdapa terhadap buku-buku bacaan yang dibaca oleh anak-anaknya baik di sekolah, di tempat les maupun di rumah.
loading...


EmoticonEmoticon