Saturday, 27 January 2018

Gadis Cantik Ini Kuliah Sambil Bisnis Dengan Modal Awal 500 Ribu Rupiah

Mardiyas.com - Menjalani hidup di zaman yang serba canggih dan modern saat ini tidaklah mudah. Jika tidak mampu bersaing maka kita akan tersingkir. Tuntutan zamanlah yang mengharuskan sebagian orang banting tulang demi memperbaiki kualitas hidupnya. Tak sedikit pula mahasiswa di Indonesia yang mencoba untuk kuliah sambil berbisnis demi kemandirian hidup.


Dikutip dari jpnn.com - Ada salah satu mahasiswa di Indonesia yang kuliah di jurusuan periklanan  Universitas Muhammadiyah Jakarta ini mencoba untuk kuliah dan berbisnis dari bawah. Rahmalia Damayanti namanya. Gadis cantik ini memulai bisnisnya dengan bermodalkan Rp. 500 ribu saja. Simak berikut ulasannya.

Rahmalia mencoba berbisnis hijab. Caranya, dengan membeli dari Tanah Abang kemudian dijual kembali ke teman-temannya di kampus.

”Malu kalau cuma mengandalkan uang orangtua hehe,” kata mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kepada INDOPOS (Jawa Pos Group).

Putri pertama dari pasangan Rohmat dan Tuti Alawiyah ini memutuskan untuk mencoba bisnis dengan modal Rp500 ribu.

Uang itu dia pakai untuk membeli beberapa jilbab di Pasar Tanah Abang lalu memasarkannya ke teman-teman kuliahnya.

Karena responsnya baik, maka dia mulai serius mencari bentuk bisnis baru.

Uang keuntungan yang dia tabung selama beberapa bulan pun langsung dimanfaatkannya untuk membuka online shop di Instagram yakni @zaheerah.id.

Kali ini, produk yang dia pasarkan merupakan hasil produksi dan membuat label sendiri.

Dalam memasarkan produk, dia mengaku tidak kesulitan karena memiliki kemampuan dasar di bidang multimedia yang didukung dengan jurusan kuliah periklanan.

”Alhamdulillah saya tidak kesulitan dalam membuat design label, flyer, foto product dan penunjang penjualan dan promosi lainnya,” lanjutnya.

Berkat usahanya, selain memenuhi kebutuhan pribadinya, dia juga bisa sudah mampu membiayai kuliahnya sendiri.

”Beberapa konsumen sering PHP (Pemberi Harapan Palsu) sudah list order tapi nggak transfer-transfer. Ada juga bahan yang dikasih reject. Tapi saya tetap bersyukur aja,” tutupnya soal tantangan yang dia hadapi.

Hal ini menandakan bahwa penanaman materi Kewirausahaan yang ada di kurikulum pendidikan Indonesia sudah mampu diterapkan oleh sebagian mahasiswa di Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi maka diharapkan generasi muda Indonesia sudah mampu membuka peluang usaha demi kemandirian hidup dan peningkatan kualitas hidup mereka.
loading...


EmoticonEmoticon