Saturday, 14 July 2018

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2018/2019 SMA/SMK

Mardiyas.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2018/2019 akan dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah. Khususnya dalam hal ini adalah SMA/MA/SMK akan berlangsung di minggu pertama masuk sekolah yaitu dengan pembagian paling lama 3 hari dan ditambah 3 hari materi dan narasumber dari TNI/POLRI.


Pengertian PLS sendiri adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah.

PLS merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh sekolah, namun dalam hal ini Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah. Kegiatan PLS juga harus sesuai dengan Silabus PLS 2018/2019.

Adapun tujuan dilaksanakannya PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) tahun pelajaran 2018/2019 adalah sebagai berikut :
  1. Mengenali potensi diri siswa baru.
  2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.
  3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru.
  4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya.
  5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
  6. Membangun pendidikan karakter melalui pemberian wawasan kebangsaan,cinta tanah air, dan bela negara, anti radikalisme,   bina disiplin, kenakalan remaja, anti narkoba, anti pornografi dan pornoaksi, cyber crime, serta tata tertib berlalu lintas.
Landasan Hukum PLS 2018/2019:
  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1072).
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 101.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstra Kurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.
Sedangkan di Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kegiatan PLS tahun 2018/2019, PLS wajib hukumnya dalam hal menjalin kerjasama dengan TNI-POLRI, pembukaan PLS di sekolah oleh guru, dilanjutkan dengan materi dari TNI-POLRI (tempat di sekolah atau masuk camp selama 3 hari/ disesuaikan dengan sikon), dan kegiatan PLS berakhir di sekolah dan dipandu oleh guru kembali.

Pengenalan lingkungan sekolah ini juga wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Sehingga dalam pelaksanaan PLS 2018/2019 tidak boleh terjadi hal-hal sebagai berikut (Larangan dalam hal atribut dan aktifitas PLS):

  1. Tas karung, tas belanja plastik dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna warni dan tidak simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan berisi konten yang  tidak bermanfaat.
  6. Atribut lain yang tida relevan dengan aktivitas Pembelajaran.
  7. Memberi tugas kepada siswa baru wajib membawa suatu produk dengan merek tertentu.
  8. Menghitung sesuatu yan tidak bermanfaat. (menghitung nasi, gula,semut dll)
  9. Memakan dan meminum makanan sisa yang bukan miliknya.
  10. Memberikan hukuman siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiram air serta hukuman fisik dan mengarah tindak kekerasan.
  11. Memberi tugas yang tidak masuk akal, misalnya berbicara dengan binatang, atau membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  12. Aktivitas lain yang tidak relevan dengan pembelajaran.
Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran atas Peraturan Menteri ini kepada Dinas Pendidikan setempat atau Kementerian melalui laman http://sekolahaman.kemdikbud.go.id, telepon ke 02157903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125, email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id atau layanan pesan singkat (SMS) ke 0811976929.

Informasi selengkapnya mengenai PLS 2018/2019 SMA/MA/SMK dapat di unduh melalui tautan download di bawah ini:


loading...


EmoticonEmoticon