Friday, 14 December 2018

Kurikulum 2013 Ketinggalan Zaman, Saatnya Beralih Ke STEAM

Mardiyas.com - Apa itu STEAM? mungkin itulah pertanyaan awal yang muncul ketika membaca judul artikel ini. STEAM merupakana kependekan dari Science Technology Engineering Art and Mathemathics. Sebenarnya Tren ini sudah mulai di promosikan oleh Negara-negara lain semenjak 2011. Namun akhir-akhir ini semakin gencar terdengar , beberapa sekolah sudah mulai memberanikan diri untuk merubah dan menerapkan kurikulum STEAM.


Seorang Pengamat Pendidikan bernama Indra Charismiadji mengatakan pemerintah harus mengubah kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum ini dinilai sudah ketinggalan zaman dan tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan di tanah air.

"Tahu enggak sih, kurikulum 2013 itu masanya sudah lewat. Kalau dicermati, isi K-13 sama dengan kurikulum dunia internasional pada 2001,” kata Indra saat peluncuran Indonesia STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) Week 2019 di Kantor Kemendikbud, Jumat (14/12) seperti dilansir di laman jpnn.com.

Indra menyebutkan, K-13 sendiri isinya hanya mengajarkan peserta didik tentang HOTS (Higher Order Thinking Skills). Namun tidak mengajari peserta didik bagaimana cara meraih penalaran tingkat tinggi. Saat peserta didik di Indonesia tengah berkutat dengan HOTS, dunia internasional sudah melaksanakan STEAM. STEAM diajarkan sejak 2009, dimana seluruh bidang ilmu  mampu terintegrasi.

“Kalau dihitung-hitung, pendidikan di Indonesia sudah tertinggal 17 tahun dengan luar negeri. 2001, dunia internasional sudah mengenal HOTS dan 2009 menerapkan STEAM, di Indonesia baru heboh di 2018,” kata Indra.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, Indra menyarankan agar pemerintah harus memiliki kurikulum STEAM. Adanya kurikulum STEAM, apa yang diajarkan kepada peserta didik nantinya akan dipakai ketika sudah lulus. Sebab, siswa menguasai beberapa mata pelajaran kemudian menjadikannya suatu produk yang bernilai jual.

“Mau enggak mau harus ada kurikulum STEAM. Makanya lewat Indonesia STEAM Week 2019 disosialisasikan pembelajaran Informatika berbasis STEAM kepada para edukator di seluruh Indonesia. Sekaligus diberikan pelatihan kepada para edukator mengenai konsep pembelajaran STEAM," jelasnya panjang lebar.

Indonesia STEAM Week 2019 merupakan kolaborasi PT. Bianglala Charisma Candrabirawa dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), The Association of National & Private Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), dan beberapa organisasi pendidikan lainnya.

Apakah Kemendikbud akan tetap dengan K-13 atau segera berganti pada Kurikulum STEAM demi kemajuan pendidikan dan kualitas peserta didik di dunia kerja nantinya? Kita tunggu saja apa yang sudah direncanakan oleh menteri Muhadjir tentang keberadaan Kurikulum STEAM di Indonesia.
loading...


EmoticonEmoticon