Sunday, 9 December 2018

Sama-Sama ASN Gaji PPPK Setara Dengan PNS

Mardiyas.com - Tuntutan pemerintah untuk memiliki Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas dan berkompeten terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan hadirnya ASN PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)  yang merupakan salah satu tindakan dari pemerintah untuk mengakomodasi keinginan para Guru Honorer. Sama halnya dengan PNS maka rekrutmen PPPK juga akan melalui seleksi CPPPK dengan metode tes.


Guru Honorer terutama yang usianya di atas 35 tahun juga harus mengikuti tes untuk bisa menjadi ASN PPPK. Namun pada dasarnya Guru Honorer K2 tetap menghendaki untuk sekiranya bisa diangkat menjadi ASN PNS.

Terkati gaji PPPK sebernarnya tidak jauh beda dengan gaji PNS, namun yang membedakan adalah tidak adanya gaji pensiun. Secara struktural gaji PPPK setara dengan gaji PNS.

Dilansir dari JPNN.com Kepala Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado Wakiran menegaskan bahwa kesetaraan tersebut menyangkut antara lain terkait gaji, tunjangan, dan beberapa yang lain.

“Kesamaannya yaitu mulai dari bentuk gaji, tunjangan, pengembangan kompetensi, pemberian penghargaan, jaminan perlindungan atau jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan bantuan hukum. Karena itu memang PPPK ini sudah setara dengan PNS. Karena itu tidak perlu khawatir," kata WAkiran kepada Manado Post (Jawa Pos Group).

Yang membedakan PPPK dan PNS, lanjut Wakiran, yaitu terkait perjanjian kerja. Untuk PPPK diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu terten tu. “Kalau PNS melalui Batas Usia Pensiun (BUP),” katanya.

Persyaratan usia masuk PPPK juga diatur di atas 35 tahun. “Serta PPPK hanya untuk jabatan-jabatan tertentu yang diatur dengan peraturan presiden," sebutnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Utara (Sulut) Femmy Suluh membenarkan, PPPK dan PNS bakal memiliki gaji dan tunjangan yang sama.

“Namun harus sesuai dengan jabatan apa yang nantinya akan ditempati PPPK tersebut. Kalau jabatan akan sama, maka gaji dan tunjangan juga sama. Namun PPPK ini hanya di jabatan tertentu. Jadi tidak secara umum bakal sama. Kan PNS juga digaji sesuai masa kerjanya, juga jabatan apa yang dipegang. Kalau sama-sama staf, maka gajinya pasti akan sama," kata Suluh.

Suluh juga mengatakan, PPPK hanya bekerja sesuai waktu kontrak yang telah ditentukan. Pembiayaan gaji PPPK juga, sebutnya, bakal menggunakan APBN. Namun itu sementara dikoordinasikan lebih lanjut.

Terkait kapan PPPK itu mulai dijalankan, Deputi Sumber Daya Manusian (SDM) Aparatur KemenPAN-RB  Setiawan WAngsaatmaja mengatakan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK baru bisa dijalankan 2 tahun kemudian.

’’Bukan diartikan seperti itu (baru ada rekrutmen PPPK dua tahun lagi, Red),’’ katanya saat dihubungi oleh Jawa Pos.

Dia menjelaskan yang diatur dalam pasal 101 itu adalah peraturan pelaksana dari PP 49/2018 ditetapkan paling lama dua tahun sejak peraturan diundang. ’’Untuk pengadaan (PPPK) tidak masalah (mulai dijalankan tahun depan, Red.),’’ terangnya.

Setiawan juga menegaskan, sampai detik ini memang belum diputuskan berapa kuota rekrutmen untuk PPPK tahun depan. Sebab masih dalam proses penghitungan dan pembukaan usulan dari masing-masing instansi.

Kemudian terkait dengan pengakuan atau perhitungan masa kerja untuk para guru honorer yang sudah bertahun-tahun, Setiawan mengatakan tidak perlu khawatir terlebih dahulu.

Sebab sampai saat ini pemerintah masih membahas ketentuan teknis terlebih dahulu. Dalam pembahasan ini termasuk juga kriteria-kriteria serta perhitungan dan mekanisme penilaian dalam rekrutmen PPPK.

Dia menegaskan, meski tahun depan ada rekrutmen PPPK, tidak mengganggu rekrutmen CPNS baru. Setiawan menjelaskan jika tahun depan digelar seleksi PPPK, rekrutmen CPNS baru tetap masih ada.

Sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan. Ingin mendaftar CPNS atau PPPK. Sesuai dengan syarat pendaftaran mana yang bisa dipenuhi.
loading...


EmoticonEmoticon