Thursday, 24 January 2019

PNS Baru Datang, Guru Honorer Sekolah Negeri Terancam Hengkang

Mardiyas.com - Rekrutmen CPNS 2018 telah memasuki tahap akhir pemberkasan bagi para peserta yang dinyatakan lulus. Maret 2019 diagendakan untuk merampungkan proses terbitnya SK CPNS 2018 sehingga para PNS baru sudah bisa mulai bekerja di tempat formasi masing-masing.


Ada satu hal menarik yang mungkin sedikit luput dari perhatian pemerintah. Lalu bagaimana dengan nasib Guru Honorer sekolah negeri yang telah mengisi kekosongan formasi Guru PNS selama bertahun-tahun dan posisinya akan digantikan oleh Guru PNS Baru?

Pemikiran hal ini mencuat setelah kami mendapati sebuah pernyataan dari salah satu teman Guru Honorer sekolah negeri yang tahun ini alhamdulillah lulus CPNS 2018 dan akan mengisi formasi di sekolah negeri lain yang masih satu Kabupaten.

Dia mengatakan, "Kedatangan saya kesana nanti akan mengakibatkan terusirnya satu Guru Honorer, terlepas bagaimana dengan perjanjiannya dengan pihak sekolah", Pernyataan itu dia lontarkan dengan rasa iba.

Okelah mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena teman kami juga asalnya seorang guru honorer di sekolah negeri yang setingkat, maka alternatifnya bisa bertukar tempat. Karena sekolah yang sebelumnya akan mengalami kekosongan karena dia tinggalkan. Sedangkan pemerintah telah melarang sekolah untuk merekrut honorer baru.

Namun sekarang pertanyaannya, lalu bagaimana jika PNS Baru yang menempati formasi guru di sekolah negeri bukan seorang guru honorer, mereka adalah para pendatang baru fresh graduate yang belum sama sekali pernah mengajar di sekolah?

Maka disinilah pada akhirnya posisi guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengisi kekosongan formasi tersebut akan tersingkir dengan sendirinya. Lalu kemana mereka akan berlabuh dan bekerja untuk tetap mencukupi kebutuhan keluarga?

Apa sebenarnya fungsi NUPTK yang melekat pada seorang guru honorer dan terdata di Dapodik (Data Pokok Pendidik) jika pada akhirnya mereka harus hengkang dan kehilangan pekerjaannya?

Semoga pemerintah juga sudah memikirkan alternatif terbaiknya, sehingga para guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengisi kekosongan formasi mendapatkan penghargaan yang sepantasnya.

Kita ketahui bahwa pemerintah telah mempersiapkan PPPK sebagai solusi untuk menangani masalah guru honorer. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Mendikbud Muhadjir Efendy seperti dilansir di OkeNews Okezone.com.


Mendikbud mengatakan, untuk penyelesaian sisa guru honor yang ada saat ini pemerintah menyiapkan posisi PPPK. Dengan solusi yang diberikan pemerintah tersebut, Beliau menghimbau pada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer.

“Kemendikbud sudah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah untuk tidak lagi ada pengangkatan guru honorer,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini pun mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam memberikan perhatian terhadap berbagai permasalahan, termasuk masa depan guru. Menurut dia, semua ini tidak boleh lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dan memikirkan masa depan guru.

Mendikbud juga mengatakan, pengangkatan guru menjadi PPPK diharapkan menjadi solusi terbaik bagi guru honorer. Beliau pun berharap guru honorer bisa kembali ke rumah menyiapkan materi ajar bagi siswanya dan siap mengajar dengan semangat.

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini menghimbau agar para guru honorer tidak lagi melakukan kegiatan di luar tugas profesionalnya sebagai guru. Proses seleksi PPPK akan dilakukan setelah selesainya seleksi CPNS tahun 2018. Menteri Muhadjir menjelaskan, untuk para guru honorer yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK. Namun, nanti rekrutmennya mengutamakan kualitas.

Kami dedikasikan artikel ini untuk seluruh Guru Honorer Indonesia yang tanpa lelah sudah membantu pemerintah menjalankan roda pendidikan dengan mengisi kekosongan formasi Guru PNS selama bertahun-tahun. Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku, Majulah Pendidikan Indonesia.

loading...


EmoticonEmoticon