Wednesday, 20 February 2019

Inilah 14 Perguruan Tinggi Mitra Kemenag Dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi 2019

Mardiyas.com - Kementrian Agama (Kemenag) terus meningkatkan program yang dapat mendukung berkembangnya para santri. Salah satunya Kemenag kembali membuak Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2019. Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 - 30 April 2019 dan berbasis online.


Dilansir dari laman situs resmi Kemenag, akan ada 14 Perguruan Tinggi dan 4 Mahad Aly yang akan menjadi mitra Kemenag dalam menerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PSBS) 2019.

Adapun 14 Perguruan Tinggi mitra Kemenag pada PBSB:

1. UGM (Universitas Gajah Mada)
2. IPB (Institut Pertanian Bogor)
3. ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
4. UNDIP (Universitas Diponegoro)
5. Universitas Al Azhar Indonesia 
6. UPI Bandung 
7. Universitas Cenderawasih Jayapura
8. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 
9. UIN Sunan Gunungjati Bandung 
10. UIN Walisongo Semarang 
11. UIN Sunan Ampel Surabaya 
12. UIN Sunan Kalijaga Yogya 
13. UIN Mualana Malik Ibrahim Malang 
14. UIN Alauddin Makassar 


dan 4 mahad aly Indonesia:

1. Ma'had Aly PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo Jatim 
2. Ma'had Aly Kebon JambuPP Babakan Ciwaringin Cirebon 
3. Ma'had Aly Hasyim Asy'ary PP Tebuireng Jatim 
4. Ma'had Aly As'adiyah Sengkang Sulsel

Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi mengatakan tahun 2019 Kemenag menambah mitra perguruan tinggi. Ada enam perguruan tinggi baru yang menjadi mitra Kemenag, yaitu: Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas al-Azhar Indonesia, dan empat Mahad Aly (pendidikan tinggi pesantren).

“Penambahan Perguruan Tinggi Mitra merupakan salah satu upaya Kemenag memperluas akses bagi santri berprestasi untuk bisa kuliah di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan Luar Negeri,” ujar Zayadi di Jakarta, Senin (18/02/2019).

Dikatakan Zayadi, PBSB berlangsung sejak 2004. Program ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas  pondok pesantren di bidang sains dan teknologi sekaligus memberikan penguatan atas kajian tafaqquh fiddin (pendalaman agama) yang menjadi kajian utama pondok pesantren.

“Manfaat program ini diharapkan menjadi pionir pemberdayaan masyarakat (community development) di lingkungan pondok pesantren,” ungkap alumnus Doktoral Universitas Pendidikan Indonesia. Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menambahkan, Kemenag tahun ini menyiapkan 173 kouta yang tersebar di 14 Perguruan Tinggi di Indonesia dan empat Mahad Aly.

"153 kuota untuk 14 Perguruan Tinggi Agama Islam dan umun di Indonesia, dan 20 kuota untuk empat Mahad Aly," papar Basnang. Ia menambahkan pengumuman resmi pendaftaran PBSB ini akan disampaikan pada pertengahan Maret berikut juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis).

Jadi, para santri berprestasi jangan sampai tertinggal informasi pengumuman resminya yang akan tertuang dalam Juklak dan Juknis PBSB 2019.

loading...


EmoticonEmoticon