Inilah Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona dari Ular di China

Mardiyas.com - Media massa dunia sedang digegerkan dengan munculnya sebuah virus baru yang menyerang manusia. Dimana virus ini biasanya terdapat pada hewan. Virus Corona (coronavirus) yang terdeteksi awal di Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Ratusan orang telah terinfeksi virus yang memiliki kedekatan dengan virus SARS dan MERS ini.
Virus Corona Wuhan China

Dilansir dari laman cnn.com pada Kamis, 22 Januari 2020 seorang ahli virus dari Universitas Hong Kong mengatakan, “Apa yang kami ketahui sekarang adalah virus itu menyebabkan pneumonia dan tidak merespon pengobatan antibiotik.”

Gejala awalnya adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam selama beberapa hari. Bagi pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, ada kemungkinan virus ini menyebabkan pneumonia dan bronkitis.

Gejala tersebut bergerak lamban jika dibandingkan SARS dan MERS. Pasien biasanya mengalami batuk ringan selama seminggu kemudian sesak napas. Sekitar 15% hingga 20% kasus menjadi parah hingga pasien membutuhkan alat bantu pernapasan di rumah sakit. Sebanyak 17 pasien di Wuhan telah meninggal karena virus itu.

Penyebaran awalnya, kemungkinan besar berasal dari ular. Para ahli di China menemukan virus serupa pada tubuh ular jenis trait yang banyak ditemukan di Cina bagian selatan dan Asia Tenggara. 

Ular yang bernama latin Bungarus multicinctus itu sangat berbisa. Para ilmuwan telah menemukan kode genetic virusnya dan patogen yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah jenis virus corona baru. WHO memberi nama virus ini 2019-nCoV.

Terhitung sejak 22 Januari 2020, jumlah pasien yang terinfeksi telah mencapai 555 orang. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan. Kota itu telah melakukan karantina di beberapa tempat dan menutup layanan transportasi publiknya.

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi 2019-nCoV (corona virus) atau virus corona. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari terkena virus ini. Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan setiap hari untuk menghindari penyakit akibat virus corona, diantaranya.
  1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  3. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Tetap di rumah saat sakit.
  4. Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah.
  5. Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh.

Langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan setiap hari untuk membantu mencegah penyebaran beberapa virus, termasuk corona virus. Corona virus adalah keluarga dari virus bisa dijumpai di banyak spesies hewan seperti unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Virus corona jarang dapat menular dari hewan ke manusia dan menyebar di antara orang-orang seperti dengan MERS dan SARS.

Banyak pasien pneumonia yang disebabkan 2019-nCov di Wuhan, Cina pernah melakukan kontak atau mengunjungi pasar seafood, yang menunjukkan penyebaran dari hewan ke manusia. Namun, semakin banyak pasien yang melaporkan mereka tidak pernah mengunjungi pasar seafood, sehingga menunjukkan adanya penularan dari manusia ke manusia.

Penularan dari manusia ke manusia ini mirip MERS dan SARS, yang diperkirakan terjadi melalui cairan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya menyebar. Penyebaran SARS dan MERS di antara manusia terjadi karena kontak dekat.

Beberapa virus bisa menyebar dengan cepat dan sangat menular (seperti campak), sementara virus lainnya tidak begitu menular. Belum jelas apakah 2019-nCoV atau virus corona termasuk virus yang mudah menular dari manusia ke manusia.

Meskipun telah diketahui menyebar di beberapa negara, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan sebagai keadaan darurat global. Virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut hingga kematian. Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, belum ada obat yang menjadi antivirus corona.

WHO merekomendasikan masyarakat untuk tetap waspada seperti mencuci tangan secara teratur. Selain itu, saat batu dan bersih disarankan untuk menutup mulut dan hidung, memasak daging dan telur dengan seksama, serta menghindari kontak dengan yang terinfeksi.

loading...
This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon